Uji tegangan AC atau DC. Secara umum, lambang V menandakan voltase, garis berlekuk menandakan arus bolak-balik (ditemukan pada rangkaian listrik rumah tangga), dan garis lurus menandakan arus searah (ditemukan pada sebagian besar baterai). Garis itu dapat muncul di sebelah atau di atas huruf.[1]
Pengaturan untuk pengujian voltase dalam rangkaian AC umumnya ditandai dengan V~, ACV, atau VAC.
Untuk menguji voltase pada rangkaian DC, atur multimeter pada V-, V---, DCV, atau VDC.
2
Atur multimeter untuk mengukur arus. Karena arus diukur dalam satuan ampere, maka disingkat dengan A. Pilihlah arus searah atau bolak-balik, sesuai rangkaian yang akan Anda uji. Multimeter analog umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menguji arus bolak-balik.
A~, ACA, dan AAC adalah lambang untuk arus bolak-balik.
A-, A---, DCA, dan ADC adalah lambang untuk arus searah.
3
Carilah pengaturan hambatan listrik. Hal ini ditandai dengan lambang huruf Yunani omega: Ω. Ini adalah lambang yang digunakan untuk menandakan ohm, satuan yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik. Pada jenis multimeter yang lebih lama, satuan ini kadang dilambangkan dengan huruf R untuk resistans.
4
Gunakan DC+ dan DC-. Jika multimeter Anda memiliki pengaturan ini, gunakan DC+ ketika menguji arus searah. Jika Anda tidak mendapatkan hasil pembacaan dan menduga bahwa terminal positif dan negatif terhubung dengan ujung yang salah, tukarlah dengan DC- untuk mengoreksi hal ini tanpa harus menyesuaikan kabelnya.[2]
5
Pahami lambang-lambang yang lain. Jika Anda tidak yakin tentang mengapa ada beberapa pengaturan untuk voltase, arus, atau hambatan listrik, bacalah bagian pemecahan masalah untuk mendapatkan informasi tentang jangkauan pengukuran. Selain pengaturan-pengaturan dasar ini, sebagian besar multimeter memiliki beberapa pengaturan tambahan lainnya. Jika ada lebih dari satu dari tanda-tanda ini di sebelah dari pengaturan yang sama, maka pengaturan itu dapat berlaku untuk keduanya secara bersamaan, atau Anda mungkin perlu mengacu pada buku petunjuk penggunaan multimeter.
Lambang ))) atau yang mirip semacam itu menandakan "pengujian hubung singkat". Pada pengaturan ini, multimeter akan berbunyi jika kedua kabel penyidik terhubung secara elektris.[3]
Lambang anak panah ke kanan dengan tanda silang menandakan "pengujian dioda", untuk menguji apakah rangkaian listrik searah terhubung.[4]
Hz merupakan singkatan dari Hertz, satuan untuk mengukur frekuensi rangkaian AC.[5]
Baca label pada lubang kabel penyidik. Sebagian besar multimeter memiliki tiga lubang kabel penyidik. Kadang, lubang kabel penyidik akan diberi label dengan lambang-lambang yang sesuai dengan lambang yang dijelaskan di atas. Jika lambang-lambang itu tidak jelas, gunakan panduan ini:
Kabel penyidik warna hitam selalu ditancapkan ke dalam lubang kabel penyidik dengan label COM (disebut juga dengan tanah). Ujung lain dari kabel warna hitam selalu terhubung dengan terminal negatif.
Ketika mengukur tegangan atau hambatan listrik, kabel penyidik warna merah ditancapkan ke lubang kabel penyidik dengan label arus terkecil (biasanya dengan tulisan mA dari singkatan miliampere).[7]
Ketika mengukur arus, kabel penyidik warna merah ditancapkan ke lubang kabel penyidik dengan label yang mampu menahan jumlah arus yang diperkirakan. Biasanya, lubang kabel penyidik untuk rangkaian berarus rendah memiliki sekring 200mA, sementara lubang kabel penyidik untuk rangkaian berarus tinggi memiliki sekring 10A.[8]
Bagian2
Membaca Hasil Multimeter Analog
1
Carilah skala yang tepat pada multimeter analog. Multimeter analog memiliki jarum penunjuk di belakang jendela kaca, yang bergerak untuk menandakan hasilnya. Umumnya, ada tiga busur yang tercetak di belakang jarum penunjuk. Busur-busur itu adalah tiga skala yang berbeda, masing-masing digunakan untuk kegunaan yang berbeda:[9]
Skala Ω digunakan untuk membaca hambatan listrik. Skala ini umumnya adalah skala terbesar, terletak di atas. Tidak seperti skala lainnya, nilai nol terletak paling kanan dibanding di sebelah kiri.
Skala "DC" untuk mengukur voltase DC.
Skala "AC" untuk mengukur voltase AC.
Skala "dB" paling jarang digunakan. Lihat akhir dari bagian ini untuk penjelasan singkat.
2
Baca skala voltase berdasarkan jangkauan pengukuran. Perhatikan dengan cermat pada skala voltase, baik DC maupun AC. Ada beberapa baris angka di bawah skala. Periksa jangkauan pengukuran mana yang Anda pilih pada sakelar jangkauan ukur (misalnya, 10V), dan lihat label yang sesuai di sebelah baris-baris itu. Ini adalah baris yang seharusnya Anda baca untuk hasil pengukuran.
3
Perkirakan nilai di antara angka. Skala voltase pada multimeter analog sama seperti pada penggaris biasa. Tapi skala untuk hambatan listrik adalah logaritmik, yang artinya jarak yang sama mewakili perubahan yang berbeda pada nilai tergantung di mana jarum berada pada skala. Garis-garis di antara dua angka masih mewakili pembagian yang sama. Sebagai contoh, jika ada tiga garis di antara 50 dan 70, itu mewakili 55, 60 dan 65, bahkan meskipun jarak antaranya tampak berbeda.
4
Kalikan pembacaan hambatan listrik pada multimeter analog. Lihat pada pengaturan jangkauan yang ditunjukkan pada sakelar jangkauan ukur. Hal ini seharusnya memberi Anda sebuah angka untuk dikalikan dengan pembacaan hasil pengukuran. Sebagai contoh, jika multimeter diatur pada R x 100 dan jarum menunjuk pada 50 ohm, maka hambatan listrik sebenarnya adalah 100 x 50, yaitu 5000.
5
Ketahui lebih banyak tentang skala dB. Skala dB (desibel), umumnya berada paling bawah, paling kecil pada pengukuran analog, yang membutuhkan pelatihan tambahan untuk menggunakannya. Skala ini adalah skala logaritmik yang mengukur rasio voltase (disebut juga penguatan atau pelemahan).[10]Standar skala dBv di Amerika menetapkan 0 dBv sebagai 0,775 volt yang diukur pada hambatan listrik 600 ohm, tetapi ada juga skala dBu, dB, dan bahkan dBV (dengan huruf V besar).[11]
Bagian3
Pemecahan Masalah
1
Atur jangkauan. Kecuali Anda memiliki multimeter dengan jangkauan otomatis, maka masing-masing mode dasar (voltase, hambatan, dan arus) memiliki beberapa pengaturan yang dapat dipilih. Ini adalah jangkauan, yang harus Anda atur sebelum menempelkan kontak pada rangkaian. Mulailah dengan tebakan terbaik Anda tentang nilai di mana sedikit di atas hasil terdekat. Sebagai contoh, jika Anda memperkirakan untuk mengukur sekitar 12 volt, maka atur pengukuran pada 25V, bukan 10V, dengan mengasumsikan keduanya adalah pilihan terdekat.[12]</ref>
Jika Anda tidak tahu perkiraan besarnya arus, atur pada jangkauan tertinggi pada percobaan pertama untuk menghindari kerusakan pada alat ukur.[13]
Cara lain kecil kemungkinannya merusak alat ukur, tapi pertimbangkan pengaturan hambatan terkecil dan 10V sebagai pengukuran awal.[14]
2
Sesuaikan pembacaan yang "di luar skala". Pada alat ukur digital, "OL", "OVER", atau "overload" berarti bahwa Anda harus memilih jangkauan yang lebih tinggi, sementara hasil yang mendekati nol berarti jangkauan yang lebih rendah akan memberikan akurasi yang lebih baik. Pada alat ukur analog, jarum penunjuk yang tidak bergerak biasanya berarti bahwa Anda harus memilih jangkauan yang lebih rendah. Jarum penunjuk yang menunjuk pada angka maksimum berarti Anda harus memilih jangkauan yang lebih tinggi.
3
Putuskan daya sebelum mengukur hambatan listrik. Matikan sakelar daya atau singkirkan baterai yang memberi daya pada rangkaian untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.[15] Multimeter memberikan arus untuk mengukur hambatan listrik, dan jika ada arus tambahan yang sedang mengalir, maka akan mengganggu hasilnya.
4
Ukur arus dalam rangkaian seri. Untuk mengukur arus, Anda harus membentuk rangkaian yang melibatkan multimeter secara seri dengan komponen lainnya. Sebagai contoh, putuskan satu kabel dari terminal baterai, lalu hubungkan satu kabel penyidik ke kabel dan kabel penyidik lainnya ke baterai untuk menutup lagi rangkaian itu.
5
Ukur tegangan dalam rangkaian paralel. Tegangan adalah perubahan dalam energi listrik melalui beberapa bagian rangkaian. Rangkaian seharusnya sudah tertutup dengan aliran arus, dan alat ukur seharusnya memiliki dua kabel penyidik yang ditempatkan di titik yang berbeda pada rangkaian untuk menghubungkannya secara paralel dengan rangkaian.
6
Kalibrasi ohm pada alat ukur analog. Meter analog memiliki sakelar jangkauan ukur tambahan, yang digunakan untuk menera skala hambatan listrik dan biasanya ditandai dengan lambang Ω. Sebelum melakukan pengukuran hambatan, hubungkan kedua ujung kabel penyidik satu sama lain. Atur pengatur posisi jarum penunjuk hingga skala ohm terbaca nol untuk melakukan kalibrasi, lalu lakukan pengujian yang sebenarnya.[16]
Tips
Jika ada cermin di belakang jarum penunjuk dari multimeter analog, pindahkan alat ukur ke kiri atau ke kanan sehingga jarum penunjuk menutupi bayangannya sendiri untuk mendapatkan akurasi yang lebih baik.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membaca multimeter digital, maka lihatlah buku petunjuk penggunaan. Pada pengaturan awalnya, alat ukur seharusnya menunjukkan hasil pembacaan berupa angka, tapi dapat juga ada pengaturan yang menunjukkan grafik batang atau bentuk informasi lainnya.
Jika jarum penunjuk dari multimeter analog menunjukkan angka di bawah nol bahkan pada jangkauan paling rendah, maka konektor + dan - Anda mungkin terbalik. Tukar konektor dan baca lagi.
Pengukuran awal akan berubah-ubah ketika mengukur tegangan AC, tapi lama-lama akan makin stabil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat.[17]
Komponen yang sering muncul dan pasti ada adalah Resistor. Ini merupakan alat kecil yang berguna untuk menghambat arus dan tegangan. Ada juga yang menyebutnya sebagai hambatan karena sesuai dengan fungsi dan tujuan komponen tersebut. Perhitungan kapasitas dari alat ini berdasarkan satuan Ohm.
Anda dapat mengenali keberadaan hambatan tersebut dari simbol komponen elektronika yang berbeda dan unik tetapi mudah ditemukan. Simbol ini juga menunjukkan arah dan posisi sehingga dapat diketahui arus yang masuk dan keluar.
Selain alat ini, semua komponen yang terkait elektronika juga menerapkan simbol berbeda terutama saat dibuat desain atau draft agar mudah dikenali.
Ada banyak sekali jenis jenis resistor yang masing masing mempunyai peran dan fungsi tersendiri. Misalkan saja potensiometer, trimpot, thermal resistor, rheostat, dan juga light dependent resistor.
Namun secara umum resistor diklasifikasikan menjadi dua yaitu resistor tetap dan juga resistor tidak tetap (variabel. Jenis resistor tetap umumnya digunakan untuk mengatur kondisi yang tepat dalam suatu rangkaian elektronika.
Nilai resistansi dalam resistor tetap ditentukan selama fase desain rangkaian, berdasarkan ini tidak perlu menyesuaikan rangkaian.
Sedangkan resistor variabel merupakan perangkat yang digunakan untuk mengubah resistansi sesuai dengan persyaratan kami dalam rangkaian elektronik dikenal sebagai resistor variabel.
Resistor ini terdiri dari elemen resistor tetap dan penggeser yang menyentuh elemen resistor.
Perlu Anda ketahui, resistor termasuk komponen elektronika pasif. Artinya alat ini tidak membutuhkan arus listrik dari luar untuk bekerja.
Saat dipasang, hambatan akan langsung bekerja sesuai target yaitu menurunkan arus dan tegangan. Anda hanya perlu menambah atau mengurangi kapasitas dari hambatan tersebut hingga mencapai nilai yang diinginkan.
Resistor terdiri dari beberapa tipe berdasarkan kapasitas, bahan pembuat, dan cara kerja. Berdasarkan cara kerja, hambatan dibuat dengan kapasitas tetap dan berubah. Selain itu, bahannya bisa berasal dari keramik, kertas, metal, dan lainnya.
Beberapa hambatan menggunakan suhu untuk mengubah arus. Ada juga yang dipasang dengan sensor cahaya sehingga hambatan turun atau naik sesuai kebutuhan. Jenis jenis resistor yang paling umum digunakan seperti resistor smd, resistor variabel, resistor 100k, resistor 220 ohm, dan juga light dependent resistor.
Kapasitor
Gambar Kapasitor
Komponen elektronika selanjutnya disebut Kapasitor. Sesuai dengan namanya, alat ini berguna untuk menyimpan electron listrik untuk sementara. Selain itu, fungsi lain adalah mencegah arus AC dan meneruskan arus DC. Dengan bantuan alat ini, listrik dapat lebih stabil dan kapasitas yang tidak berguna akan dikembalikan atau dilepas.
Sebagai bagian dari komponen dasar elektronika, contoh penggunaan kapasitor adalah pada radio. Anda menggunakan semacam relay atau pencari gelombang untuk menangkap sinyal.
Agar sesuai dengan target, Anda harus memutar dan menyesuaikan sehingga membutuhkan komponen yang mampu memastikan kapasitas arus selalu tepat.
Contoh yang lain adalah pengaturan volume suara yaitu besar ke kecil dan sebaliknya. Kapasitor menentukan berapa nilai arus dan tegangan yang harus masuk saat pengguna ingin menurunkan suara.
Ketika butuh suara besar, kapasitas diperbesar dan berlaku sebaliknya untuk suara kecil. Apapun yang menggunakan perubahan dan pengaturan dinamis di alat elektronik pasti memakai kapasitor.
Selain fungsinya yang sangat penting dalam rangkaian listrik, kapasitor memiliki beragam jenis yang memiliki peran masing masing. Diantaranya seperti kapasitor polyster, kapasitor tantalum, kapasitor mika, kapasitor kertas, kapasitorvarco, kapasitor elektrolit, dan juga kapasitor trimmer.
Induktor
Gambar Induktor
Selanjutnya, Anda akan menemukan komponen elektronika yang berbeda dan unik. Alat ini berbentuk kawat kumparan yang digulung lalu dipasang pada bagian tertentu. Secara teoritis, kawat tersebut akan memberikan listrik elektromagnetik yang menimbulkan induksi.
Alat ini dikenal dengan nama Induktor. Secara umum, banyak yang tidak menyadari fungsi dan penggunaan karena jarang dibahas. Akan tetapi, sifat induksi juga sangat penting terutama di beberapa komponen lain yang memang membutuhkan kumparan termasuk resistor.
Tugas alat ini juga berperan mengatur arus serta frekuensi. Saat dipasang dengan kapasitor, alat elektronik lebih dinamis dan mudah menyesuaikan dengan kebutuhan. Dengan bantuan proses induksi, Anda mampu menemukan frekuensi sinyal radio dengan cepat.
Komponen elektronika induktor memiliki beragam jenis dan ukuran yang berbeda beda. Diantara jenis jenis tersebut seperti iron core induktor, ferrite core induktor, air induktor, torriodal core induktor, variable induktor, dan juga laminated core induktor.
Transformator (Trafo)
Gambar Transformator
Anda mungkin pernah mendengar istilah trafo saat melihat petugas PLN memperbaiki listrik. Di rumah, tegangan dan daya listrik yang diterima sudah sesuai dengan keperluan misalnya 9000 atau 1300 VA. Pertanyaannya adalah bagaimana mengubah tegangan tersebut? PLN menggunakan alat yang disebut transformator.
Sebagai salah satu komponen elektronika yang penting, penggunaan trafo tidak hanya untuk listrik tegangan tinggi. Alat kecil seperti smartphone dan laptop juga menggunakannya.
Alat tersebut harus menggunakan arus dan daya sesuai spesifikasi. Jika berlebih, resikonya adalah rusak dan panas. Apabila tegangan kurang, alat tidak bekerja optimal.
Alat ini mampu menurunkan dan menaikkan tegangan yang berimbas pada arus dan daya. Cara kerjanya berdasarkan dua kumparan berbeda hambatan yang dipasang berdekatan.
Jika ingin mengurangi tegangan, kumparan atau lilitan kawat ditambah sehingga hambatan meningkat. Inilah alasan mengapa listrik yang masuk ke rumah pasti sudah sesuai dengan daya yang dibutuhkan.
Transformator atau dalam Bahasa Indonesia sering kita kenal dengan istilah trafo ini memiliki beragam varian. Seperti misalnya transformator step up, transformator step down, transformator daya, transformator 3 fasa, tentunya jenis jenis trafo tersebut memiliki rumus yang berbeda beda.
Transistor
Gambar Transistor
Selanjutnya, Anda membutuhkan komponen elektronika yang multifungsi. Alat ini dapat dipasang untuk saklar, pencari frekuensi, pengatur arus, dan menjaga stabilitas listrik. Selain itu, apa yang dikenal sebagai IC merupakan versi canggih dari kumpulan komponen tersebut.
Nama komponen yang dimaksud adalah Transistor. Saat dipakai atau dipasang, Anda akan melihat bentuk yang khas karena berbeda dari kapasitor, resistor, dan diode. Komponen ini menggunakan tiga kaki sehingga simbolnya sangat khas.
Alat ini menggunakan tiga terminal yaitu base, kolektor, dan emitor. Arus yang masuk akan diolah dan keluar dari salah satu terminal tersebut dalam bentuk yang sudah sesuai aturan. Jadi, Anda hanya memakai satu alat untuk menyelesaikan fungsi beberapa komponen lain.
Seperti halnya komponen komponen elektronika dasar lainnya, transistor memiliki varian jenis yang beragam. Misalkan saja transistor npn, transistor pnp, transistor bipolar, transistor fet, transistor mosfet, transistor final, transistor jengkol, dan masih banyak lagi yang lainnya,
Dioda
Gambar Dioda
Listrik terdiri dari AC dan DC yang berbeda arahnya. Listrik AC akan naik turun serta arah tidak stabil. Sebaliknya, listrik DC selalu searah dan sebagian besar alat elektronik menggunakan listrik ini. Agar arus yang masuk dapat searah, komponen elektronika tertentu sangat dibutuhkan.
Alat yang dimaksud bernama Dioda yang terdiri dari anoda dan katoda. Fungsinya adalah membuat arus menjadi satu arah sehingga tidak ada gangguan tegangan. Arus yang masuk dari satu ujung lalu segera diubah dan keluar di ujung lain dengan konfigurasi yang sudah searah.
Anda akan menemukan berbagai tipe dioda dari yang sederhana hingga tampak kompleks. Alat ini ada yang memakai LED dengan tambahan sinyal lampu. Komponen yang berkualitas tinggi biasanya menggunakan bahan silikon yang tahan panas, listrik, dan api.
Disamping itu, terdapat varian dioda yang masing masing memiliki fungsi berbeda beda. Diantara jenis jenis dioda tersebut adalah dioda zener, dioda bridge, dioda penyearah, dioda kiprok, dioda schottky, dioda LED, dioda silikon, dioda smd, dioda varactor, dioda rectifier, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Relay (Saklar)
Gambar Relay
Jika membahas mengenai macam macam komponen elektronika, Anda akan menemukan dengan mudah yang tampak di depan mata. Di rumah, ada alat yang berguna untuk mengatur arus masuk dan keluar pada lampu.
Nama alat atau komponen tersebut adalah Relay (Saklar). Fungsinya sudah sangat jelas yang memastikan arus masuk atau terputus. Secara umum, alat ini menggunakan semacam metal konduktor yang menghubungkan dua kabel. Jika berada di posisi on, metal tersebut menyambungkan dua kabel dari arah berbeda.
Selain versi sederhana, saklar juga ada yang cukup kompleks karena tidak hanya mengatur satu arus tetapi beberapa komponen listrik lain secara bersamaan. Selain itu, alat ini bentuknya tidak hanya apa yang ada di rumah. Tombol power di laptop dan smartphone juga versi lain dari saklar.
Integrated Circuit (IC)
Gambar IC
Saat membuka televisi, Anda biasanya akan melihat komponen elektronika yang bentuknya kotak tipis. Yang menarik, seluruh alat lain mengarah ke komponen tersebut seolah sebagai pusat. Saat dicoba dilepas, Anda harus menggunakan kaca pembesar untuk melihat langsung apa saja yang ada di dalamnya.
Ini adalah komponen bernama IC (Integrated Circuit) yang berisi hampir semua sistem seperti kapasitor, resistor, dan transistor. Sesuai dengan nama, satu alat ini merupakan integrasi dari berbagai komponen. Tugasnya sangat beragam sesuai dengan tujuan alat elektronika. Di platform komputer, IC juga menjadi bagian dari processor.
Integrated circuit termasuk komponen elektronika aktif karena membutuhkan arus dari luar. Alat ini tidak bekerja otomatis saat disambungkan dengan rangkaian listrik. Anda harus membuat semacam sistem arus dari sumber listrik sehingga mampu melakukan kerja. IC juga dapat disebut sebagai alat yang independen dan menjadi pusat dari semuanya.
Switch Button
Gambar Switch Button
Komponen elektronika berikutnya adalah Switch. Perangkat yang berbentuk seperti tombol ini mempunyai banyak sekali fungsi. Salah satunya ialah sebagai Push button yang berguna untuk menyalakan maupun mematikan rangkaian listrik.
Selain itu, tombol switch juga banyak sekali digunakan untuk mengubah sinyal low menjadi high maupun dari high menjadi low. Untuk lebih jelasnya anda bisa melihatnya pada gambar yang kami sajikan diatas.
Buzzer
Komponen yang memiliki fungsi layaknya speaker aktif ini sering digunakan pada rangkaian listrik yang berhubungan dengan alarm, entah itu alarm kendaraan maupun alarm ruangan.
Bentuknya yang menyerupai lingkaran ini dapat memantulkan bunyi yang keras jika kita berikan aliran listrik. Umumnya komponen ini berjalan dengan rangkaian arduino.
Sensor
Gambar Sensor
Salah satu komponen elektronika yang kini sedang hits digunakan pada rangkaian rangkaian elektronik adalah Sensor. Banyaknya varian yang dijual dipasaran mempermudah user untuk menggunakan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Komponen ini memiliki beragam jenis, misalkan saja sensor suara yang mendeteksi suara disekitarnya, ada juga sensor suhu yang mendeteksi parameter suhu sekitar, lalu masih ada lagi sensor cahaya atau sensor panas, sensor ultrasonik dan masih banyak lagi jenis sensor yang lainnya.
Sekering (Circuit Breaker)
Gambar Sekering
Komponen elektronika berikutnya pasti tersedia di rumah, bangunan, gedung, dan apapun yang menggunakan listrik dengan sumber tegangan tinggi. Komponen tersebut adalah sekering atau sering kita kenal dengan nama Circuit Breaker.
Mungkin Anda pernah mengalami listrik padam secara otomatis setelah terjadi konslet. Selain itu, situasi yang sama juga terjadi saat ada gangguan listrik di musim hujan.
Komponen yang dimaksud bernama sekering (Fuse). Orang sering mengenalnya sebagai sekring dan penggunaan fuse masih awam. Cara kerjanya adalah membatasi tegangan dan arus sehingga akan putus otomatis jika melebihi bebas.
Misalnya, konslet terjadi di kabel tertentu sehingga arus keluar dan tegangan tidak sesuai dengan batasan. Sekring segera memutus arus dan listrik padam.
Alat ini memakai semacam bahan yang mudah larut dan terbakar saat tegangan sangat tinggi. Bahan tersebut akan hancur dan terkumpul di bagian penampung sekring yang tahan api dan panas. Karena listrik yang melalui fuse tidak berjalan, aliran segera terhenti dan semua listrik padam.
Mikrokontroler
Gambar Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah salah satu jenis perangkat IC (Integrad circuit) yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu dalam sistem tertanam. Umumnya sebuah mikrokontroler terdiri dari beberapa perangkat yakni memori, prosesor & periferal I/O pada sebuah chip.
Sebuah miktokontroler umumnya diaplikasikan pada penggunaan teknologi robotik AI, industri otomotif, peralatan medis, mesin kantor, peralatan rumah tangga, mesin penjual otomatis, transceiver radio seluler, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sebuah mikrokontroler memiliki beragam fitur yang mendukung ADC, DAC, port serial, dan juga bus sistem. Silahkan menuju ke link berikut ini untuk mengetahui lebih detail apa itu mikrokontroler.
Motor (DInamo)
Gambar motor DC
Komponen elektronika motor adalah Perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Bagian bagian pada motor ini umumnya berisi rotor, stator, bantalan, kotak saluran, penutup, dan baut mata.
Terdapat banyak sekali jenis motor yang bisa anda temukan di pasaran. Namun yang paling umum digunakan adalah varian motor servo dan juga motor DC. Silahkan anda klik tautan tersebut jika ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai komponen elektronika Motor ini.
Baterai
Gambar Baterai
Anda tidak boleh lupa dengan satu komponen yang menjadi sumber dari mayoritas listrik yaitu Baterai. Semua orang mengenalnya sebagai alat dengan kemampuan memproduksi energy listrik DC.
Siapa yang tak kenal dengan baterai. Hampir semua alat alat elektronik masa kini yang bersifat mobile pasti disematkan sebuah baterai. Ada banyak sekali jenis jenis baterai yang dijual dipasaran. Diantaranya seperti baterai aa, baterai aaa, baterai lithium, baterai cmos, baterai 18650, dan masih banyak lagi.
Perlu Anda ketahui, DC merupakan arus searah artinya listrik mengalir dari satu kutub di baterai ke kutub lain yang berposisi berlawanan.
Alat ini dipakai untuk rangkaian komponen elektronika yang tertutup. Contoh mudah adalah senter yaitu baterai segera memberi listrik ke lampu lalu bagian lain dari lampu disambungkan ke kutub berbeda sehingga arus berjalan searah.
Semua alat elektronik membutuhkan listrik searah. Akan tetapi, arus yang masuk ke rumah dari PLN merupakan AC. Pada umumnya, alat seperti televisi, kipas angin, dan kulkas memakai diode, transistor, dan integrated circuit agar arus sesuai dengan spesifikasi teknis komponen lain.
Jika sumber energi listrik dari baterai, arus tidak perlu diubah karena tidak bermasalah. Khusus untuk laptop dan smartphone yang sedang di charger, ada komponen khusus seperti dioda yang masuk ke baterai saat proses charging.
Anda tidak perlu khawatir saat menggunakan listrik berbeda tetapi harus dipastikan tegangan yang masuk tidak melebihi daya tampung.
Klasifikasi Komponen Elektronika
Setelah kita ulas macam macam komponen elektronika diatas, informasi tambahan yang tak kalah pentingya untuk anda ketahui yaitu Klasifikasi komponen komponen elektronika. Berdasarkan karakteristik dan prinsip kerja, komponen elektronika dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya adalah :
1. Komponen Elektronika Aktif
Apa itu komponen elektronika aktif ? Yang dimaksud dengan komponen elektronika aktif atau Active Electronic Components adalah varian komponen elektronika yang membutuhkan arus dari luar (eksternal) untuk menjalankan operasi.
Komponen elektronika aktif hanya dapat berjalan/ digunakan jika mendapatkan supply arus listrik dari luar. Contoh komponen elektronika pasif bisa anda lihat pada IC listrik, transistor, serta Dioda.
2. Komponen Elektronika Pasif
Berbeda dengan Komponen elektronika aktif, untuk jenis komponen elektronika pasif atau Pasive Electronic Components tidak membutuhkan supply arus listrik dari luar saat dioperasikan.
Komponen ini bisa berjalan sendiri tanpa bantuan arus dari luar komponen mereka sendiri. Beberapa contoh dari komponen elektronika pasif adalah Kapasitor, Resistor, dan juga Induktor.
Contoh Cara Mengukur Komponen Elektronika
Selain banyak yang menanyakan perihal alat yang digunakan dalam perakitan komponen produk rekayasa elektronika, tak sedikit juga yang penasaran mengenai cara mengukur komponen komponen elektronika. Salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk mengukur komponen elektronika ialah dengan menggunakan Multimeter.
Multimeter sendiri merupakan alat yang memiliki fungsi untuk mengukur besaran Ampere (Arus Listrik), Ohm (Hambatan/resistansi), dan juga Voltage (Tegangan).
Alat ini memiliki 2 varian jenis yang berbeda, yaitu Digital Multimeter (DMM) dan Analog Multimeter (AMM). Multimeter memiliki 3 bagian penting yakni Display, Saklar Selektor, dan juga Probe. Nah untuk cara mengukur komponen elektronika menggunakan multimeter ini bisa anda simak dibawah ini.
Sebagai contoh pengukuran, kita akan menguji Kapasitor menggunakan multimeter digital :
Langkah pengukuran pertama yang harus anda lakukan adalah dengan mengatur posisi skala selektor ke tanda atau simbol kapasitor.
Selanjutnya hubungkan Probe ke Terminal Kapasitor.
Setelah itu anda tinggal melihat hasil nilau yang muncul pada multimeter digital anda. Cukup mudah bukan ?
Pembahasan mengenai komponen elektronika sangat berguna sebagai referensi. Semakin canggih suatu sistem maka Anda akan sulit melihat dengan mata langsung bentuk resistor, transistor, dan lainnya.
Akan tetapi, daftar komponen elektronika yang barus saja dibahas akan menjelaskan fungsi dan cara kerja. Pengetahuan tersebut juga berguna ketika ada masalah listrik ringan di rumah.