Rabu, 16 Februari 2022

Fungsi Jacking, Blocking, dan Lifting Dalam Otomotif

A.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KompetensiDasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.10   Menganalisis berbagai jenis jacking, blocking dan lifting orthogonal.

 

4.10   Merawat peralatan jacking, blocking dan liffting  sesuai operation manual.

3.10.1. Menjelaskan pengertian proses Jacking, blocking dan lifting orthogonal

3.10.2. Mengidentifikasi     macam-macam dan fungsi proses Jacking, blocking dan lifting orthogonal

3.10.3. Menjelaskan      prosedur penggunaan proses Jacking, blocking dan lifting orthogonal.

 

4.10.1  Mereparasi peralatan jacking, blocking dan liffting  sesuai operation manual.

4.10.2  Menerapkan K3 dalam menggunakan jenis  Jacking, blocking dan lifting orthogonal.


B.     Tujuan  Pembelajaran

·      Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik menganalisis berbagai jenis jacking, blocking dan lifting orthogonal,  mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi),

 

·      Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik merawat peralatan jacking, blocking dan liffting  sesuai operation manual, mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab).

 

C.     Materi Pembelajaran

Materi Faktual

dapat diamati dengan indera atau alat

·   Proses jacking, blocking dan lifting

·   Perawatan dan perbaikan

·   Dongkrak (jack) dan penopang (Stand)

·   Servis kaki-kaki,

·   Ganti kopling,

·   Servis transmisi

 

Materi Konseptual

Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan

·   Jacking, blocking dan lifting orthogonal

Materi Prinsip

Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait

·   Pengertian proses Jacking, blocking dan lifting orthogonal

·   Macam-macam peralatan Jacking, blocking dan lifting orthogonal

Materi Prosedural

Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip

·   Mereparasi peralatan jacking, blocking dan liffting  sesuai operation manual.

·   Menerapkan K3 dalam menggunakan jenis  Jacking, blocking dan lifting orthogonal



Fungsi Jacking,
Blocking, dan Lifting Dalam Otomotif

 

Dalam bidang otomotif, istilah jacking blocking, dan lifting tidak pernah lepas. Proses jacking, blocking, dan lifting digunakan untuk mempermudah pekerjaan perawatan, perbaikan terutama pekerjaan dibawah kendaraan. Proses jacking merupakan suatu proses dimana kendaraan yang akan dilakukan proses perawatan atau perbaikan diangkat sebagian atau keseluruhan. Proses-proses tersebut semisal perbaikan transmisi, rem, kaki-kaki, dan perbaikan lain yang membutuhkan proses pengangkatan kendaraan. Alat jacking yang digunakan yaitu dongkrak atau jack dan penopang atau stand.

 

Proses blocking merupakan suatu proses dimana ketika kendaraan yang akan dilakukan perawatan di naikkan atau didongkrak dilakukan proses pengganjalan atau blocking agar kendaraan tidak tergelincir. Blocking disini bisa menggunakan balok kayu atau penahan lainnya.

 

Proses lifting merupakan proses mengangkat kendaraan secara keseluruhan agar pekerjaan dapat dilakukan secara leluasa untuk proses perbaikan dibawah kendaraan. Proses lfiting menggunakan car lift.

 

Ketiga hal diatas sangat erat dalam dunia otomotif. Oleh karena itu seorang mekanik harus bisa membedakan ketiga proses tersebut. Selain itu prosedur dari setiap proses juga harus diperhatikan agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai setiap proses jacking, blocking, dan lifting.

 

Jacking

Jacking secara spesifik yaitu tindakan untuk menaikkan kendaraan lebih tinggi dari lantai untuk mempermudah pekerjaan dibawah kendaraan. Proses ini lebih dikenal dengan proses mendongkrak. Dongkrak secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu dongkrak mekanik dan dongkrak hidrolik.

 

Dongkrak mekanis merupakan dongkrak yang menggunakan rasio roda gigi untuk menaikkan tenaga yang dihasilkan oleh dongkrak. Semisal tenaga manusia 5 kg maka dengan rasio roda gigi, tenaga manusia tersebut dapat dinaikkan sampai 2 ton.

 

Dongkrak hidrolis merupakan dongkrak yang menggunakan tenaga hiidrolik sebagai penggeraknya. Tenaga manusia digunakan untuk memompa oli atau hidrolik yang akan meningkatkan tenaga yang dihasilkan sesuai dengan prinsip hidrolik. Dengan penampang kecil dapat mengangkat penampang yang lebih besar. Dengan gaya 10 kg akan mampu mengangkat benda seberat 100 kg.

 

Didunia otomotif, sebenarnya kedua dongkrak ini sering dijumpai. Namun dalam penggunaannya, dongkrak hidrolis lebih sering digunakan karena tenaga yang dikeluarkan untuk menghasilkan tenaga besar lebih kecil. Artinya daya kerja dongkrak hidrolis lebih baik daripada dongkrak mekanis. Berikut jenis-jenis jacking atau dongkrak.

 

Macam-Macam Jacking Dan Fungsinya


1.    Dongkrak Gunting merupaan dongkrak bawaan dari sebuah kendaraan. Selain praktis dongkrak ini juga tidak memakan tempat terlalu banyak. Namun karena masih menggunakan ulir, maka tenaga yang dikeluarkan untuk mengangkat kendaraan tentu lebih banyak. Dinamakan dongkrak gunting karena memang bentuknya seperti gunting. Cara penggunaan dongkrak ini sangat mudah yaitu tinggal memutar ulir kekanan untuk menaikkan dan sebaliknya.


2.    Dongkrak Botol merupakan dongkrak hidrolik namun berukuran kecil. Dari segi bentuk memang seperti botol yaitu berbentuk silindris. Cara penggunaannya yaitu tinggal memompa tuas untuk menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dari dongkrak ini selain simpel dan praktis juga penggunaan tenaga untuk menaikkan kecil karena sudah menggunakan hidrolik. Namun kelemahannya yaitu harganya yang lebih mahal dari dongkrak ulir.



3.    Dongkrak Buaya merupakan salah satu jenis dongkrak hidrolik yang berukuran besar sehingga kapasitas pengangkatan juga lebih besar. Dongkrak ini memiliki empat roda dan dapat didorong. Cara penggunaan sama seperti dongkrak botol yaitu dengan memompa tuas untuk menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dongkrak ini yaitu kapasitas pengangkatan lebih besar, bisa digunakan pada mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan. Kekurangan yaitu harganya yang jauh lebih mahal daripada dongkrak botol, serta bentuknya yang besar sehingga tidak bisa dibawa kemana mana.

 

4.    Dongkrak Botol M/Buaya merupakan dongkrak perpaduan antara dongkrak botol dengan dongkrak buaya. Dongkrak ini mempunyai kelebihan dapat mengangkat beban besar mulai dari 22 ton - 50 ton. Namun kelemahannya yaitu tidak mudah dipindah-pindahkan.


5.    Dongkrak Kereta merupakan dongkrak yang digunakan untuk perbaikan kereta api. Dongkrak ini dirancang untuk mengatasi proses jacking yang tidak bisa dilakukan oleh dongkrak biasa, sehingga memerlukan dongkrak khusus.

6.    Dongkrak Penyangga merupakan dongkrak yang digunakan untuk perbaikan dan perawatan kendaraan terutama sepeda motor. Selain tidak memerlukan tempat yang luas dongkrak ini juga praktis digunakan.

Blocking

Blocking merupakan suatu tindakan untuk menahan sesuatu agar tetap dalam posisinya. Istilah blocking lebih dikenal dengan mengganjal atau menyangga. Proses mengganjal ini dilakukan ketika proses jacking sudah dilakukan. Tujuannya agar kendaraan tidak bergerak sehingga dalam proses pengerjaan dibawahnya aman.

 

Dalam proses blocking, blocker atau pengganjal adalah suatu stand atau penyangga yang kuat dan stabil serta dibuat khusus untuk proses mengganjal. Suatu ganjal ukurannya disesuaikan dengan ukuran kendaraan yang diganjal. Kendaraan besar tentunya menggunakan pengganjal yang besar dan sebaliknya.

 

Pengganjal dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengganjal yang dapat di stel dan pengganjal tetap. Pengganjal yang dapat disetel meneggunakan pin, rack, dan thread. Pada intinya ketinggian pengganjal yang dapat distel bisa berubah-ubah disesuaikan dengan kendaraan. Semisal menggunakan pin, pin dapat diposisikan dengan ketinggian tertentu tergantung lubang yang tersedia pada pengganjal. Sementara pengganjal tetap tidak dapat dirubah ketinggiaannya. Berikut macam-macam blocking dan fungsinya.

 

Macam-Macam Blocking Dan Fungsinya:


1.    Safety Stand merupakan alat penopang dan pengaman ketika proses perbaikan atau perawatan kendaraan yang sudah dilakukan proses jacking atau didongkrak. Safety stand sangat diperlukan untuk menjamin keamanan apabila terjadi slip pada dongkrak yang digunakan.

2.    Paddock Motor merupakan dongkrak yang berfungsi untuk menyangga sepeda motor. Sepeda motor yang disangga merupakan sepeda motor sport yang kebanyakan tidak memiliki standar internal. Oleh karena itu perlu penyangga khusus.

Lifting

Lifting merupakan proses pengangkatan kendaraan seluruhnya agar pekerjaan dibawah kendaraan sangat leluasa. Peralatan yang digunakan dalam proses lifting ini adalah car lift. Namun dalam penggunaan car lift hanya bengkel-bengkel besar saja yang bisa dikarenakan memang harga car lift yang mahal. Jika ditinjau dari penggeraknya, car lift dapat dibedkan menjadi tiga yaitu mekanis, hidrolis, dan pneumatik. Sedangkan dai bentuknya car lift dapat dibedakan menjadi single post, double post, dan four post. Tenaga penggerak car lift ada yang menggunakan tenaga manusia, motor listrik, motor yang digerakkan oleh tekanan aliran. Berikut macam-macam lifting dan fungsinya.

 

Macam-Macam Lifting Dan Fungsinya:


Single Post Car Lift terdapat empat lengan yang dapat diatur sedemikian rupa arah lengan serta panjang pendek lengan disesuaikan dengan ukuran kendaraan. Single post car lift jarang digunakan pada bengkel kendaraan karena faktor keamanan yang kurang


2.    Two Post Car Lift memiliki landasan yang dapat diatur untuk menyesuaikan dengan kendaraan yang diangkat. Posisi roda menggantung sehingga aman ketika proses pekerjaan dibawah kendaraan.



3.    Four Post Car Lift memiliki keamanan yang paling baik diantara dua lifting yang lainnya. Four post car lift memiliki empat penyangga sehingga lebih kuat daripada lifting lainnya.

Cara Menggunakan Car Lift

C Pindahkan kendaraan keatas car lift. Posisikan kendaraan seimbang dan tepat pada dudukan car lift. Hilangkan benda yang mengganggu disekitar car lift.

C Pencet tombol keatas motor listrik.

C Apabila terdapat pengaman atau lock, jangan lupa proses locking harus dilakukan.



Soal Uraian :

1.      Jelaskan langkah-langkah mengganti roda kendaraan !

2.      Sebutkan 4 saja penggunaan dari feeler gauge !


3.      Digunakan untuk apakah proses Proses jacking, blocking dan lifting ...?


4.      Jelaskan pengertian dari Proses jacking, blocking dan lifting ..?


5.      Dalam perbaikan bodi kendaraan baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat, sering diperlukan peralatan hidrolik untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Peralatan hidrolik yang sering digunakan salah satunya adalah..? berikut gambar peralatanya.

 

Pedoman Penskoran Soal Uraian :

 

NO SOAL

KUNCI JAWABAN

SKOR

1.

Jawab:

Berikut beberapa langkah mengganti ban mobil.

C Siapkan Peralatan yang dibutuhkan. Anda tentu tidak dapat mengganti ban tanpa peralatan yang memadai

C Kendurkan Baut Ban

C Pasang Dongkrak Mobil

C Buka Baut Ban

C Pasang Ban Cadangan

C Turunkan Dongkrak dan Kencangkan Baut

C Kembalikan Peralatan ke Tempat Semula

C Jaga Tekanan Ban Mobil.

 

 

SKOR MAKSIMUM

10

2.

Jawab:

Feeler Gauge digunakan dalam workshop untuk:

C Menyetel posisi alat.

C Menyesuaikan jarak (clearance) pada alat permesinan.

C Memeriksa keausan di antara komponen-komponen.

C Mengukur slot atau alur-alur kecil.

 

 

 

SKOR MAKSIMUM

10

3.

Jawab:

C Digunakan untuk mempermudah kita dalam melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan, terutama untuk pekerjaan dibagian bawah kendaraan.

 

SKOR MAKSIMUM

10

4.

Jawab:

C Proses jacking adalah suatu proses dimana kendaraan yang akan dilakukan perawatan dan perbaikan diangkat sebagian atau keseluruhan, seperti mengganti ban, servis rem, dll. Alat yang digunakannya adalah dongkrak (jack) dan penopang (Stand)

C Proses blocking adalah suatu proses menahan salah satu roda jika bagian lain kendaraan akan diangkat menggunakan dongkrak. Hal ini dimaksudkan agar kendaraan tidak tergelincir ketika diangkat. Kita bisa menggunakan balok kayu/ campuran karet sebagai penahannya.

C Proses lifting adalah suatu proses mengangkat/menaikan kendaraan secara keseluruhan sehingga kita bisa leluasa bekerja dibagian bawah kendaraan, seperti servis kaki-kaki, ganti kopling, servis transmisi, dll. Alat yang digunakannya adalah car lift.

 

SKOR MAKSIMUM

10

5.

Jawab

Car Lift

Car lift juga merupakan alat pengangkat kendaraan yang memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada mekanik bengkel untuk bergerak secara leluasa di bawah kendaraan dalam memperbaiki hampir seluruh komponen yang ada di bawah kendaraan, karena mekanik dapat berdiri dan berjalan di bawah kendaraan sehingga perbaikkan lebih mudah dilakukan .Car lift  hanya digunakan oleh bengkel-bengkel besar, karena di samping harganya cukup mahal juga membutuhkan tempat yang cukup luas.

 

 

 

SKOR MAKSIMUM

60

TOTAL SKOR MAKSIMUM

100






TULISKAN DI CATATAN SOAL URAIAN DAN JAWABAN NYA 

DAN TINGGALKAN KOMENTAR :
NAMA :...................................................
KELAS :..............................................
SUDAH DI BACA










Minggu, 09 Januari 2022

3.8.2 Fungsi Compression Tester Dan Cara Menggunakannya

 

Fungsi Compression Tester Dan Cara Menggunakannya

Salah satu alat bengkel yang cukup penting keberadaannya di bengkel adalah compression tester. Alat ini begitu penting untuk memastikan kondisi tekanan kompresi yang terjadi didalam masing-masing silnder mesin. Ya, tekanan kompresi memiliki pengaruh besar terhadap kerja mesin selama mesin hidup.

Tekanan kompresi yang terlalu rendah bisa menyebabkan mesin menjadi sulit hidup dan aki cepat tekor, sedangkan tekanan kompresi yang terlalu tinggi bisa menyebabkan mesin menjadi ngelitik dan terdengar kasar akibat knocking.

Oleh karena itu, saat melakukan perawatan dan perbaikan mesin mobil seperti tune up atau yang berhubungan dengan tenaga mesin, kita perlu menggunakan compression tester ini. Dengan begitu, maka kita bisa memastikan mesin dalam kondisi bagus atau tidak sehingga memperkecil peluang terjadinya kesalahan estimasi perbaikan.

Lantas apa sih fungsi compression tester ini?

Fungsi compression tester adalah untuk memeriksa dan mengetahui seberapa besar nilai tekanan kompresi yang dihasilkan oleh sebuah silinder mesin.

Pada alat compression tester ini terdapat gauge yang disebut dengan manometer. Didalam manometer terdapat jarum penunjuk tekanan beserta deretan angka yang menjadi skala ukur tekanan kompresi. Umumnya, alat compression tester ini memiliki satuan ukur yang dihitung dalam satuan bar, Psi, kPa atau kg/cm2

fungsi compression tester

CARA MENGGUNAKAN COMPRESSION TESTER


Dibawah berikut merupakan langkah-langkah dan cara menggunakan compression tester untuk mengetahui besarnya nilai tekanan kompresi pada masing-masing silinder mesin. Berikut cara menggunakan compression tester...

1. Nyalakan mesin dan hidupkan hingga suhu normal

Tujuan dari memanaskan mesin ini adalah untuk mengetahui tekanan kompresi mesin secara akurat saat suhu kerja normal. Anda juga bisa melakukan tes kompresi saat mesin dingin, namun nilai yang didapat kerap kali kurang akurat karena suhu yang dingin menyebabkan ring piston belum sepenuhnya mekar dan oli mesin belum sepenuhnya melumasi dinding silinder. Akibatnya kerap ditemukan nilai tekanan kompresi yang lebih rendah dari nilai standar spesifikasi mesin.

2. Matikan mesin

Setelah suhu kerja normal, matikan mesin sebelum memulai melakukan pengukuran tekanan kompresi dengan menggunakan compression tester.

Baca juga :

3. Copot relay pompa bensin

Copot dan lepaskan relay pompa bensin. Tujuan dari melepas relay pompa bensin ini adalah untuk mencegah bahan bakar bertekanan disemprotkan oleh injektor ke ruang bakar saat melakukan pemeriksaan tekanan kompresi.

4. Lepaskan socket kelistrikan yang menuju ke koil

Lepaskan juga socket kelistrikan yang menuju ke koil untuk mencegah terciptanya percikan api listrik dari koil saat melakukan tes kompresi.

5. Lepaskan busi beserta kabel businya

Lepaskan semua busi beserta kabel busi untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan tes tekanan kompresi.

6. Pasang alat compression tester (alat pengukur kompresi) pada lubang busi di silinder pertama.

Biasanya, posisi silinder no 1 berada paling dekat dengan timing belt atau timing chain. Pasanglah alat compression tester ini pada lubang busi di silinder pertama. Jangan kencangkan alat compression tester dengan alat lain, cukup gunakan kekuatan tangan untuk mengencangkannya.

7. Tekan penuh pedal gas dan starter mesin selama 5-10 detik

Mintalah bantuan orang lain untuk duduk di dalam kursi pengemudi untuk melakukan starter mesin ini. Saat melakukan tes tekanan kompresi, sebaiknya tekan penuh pedal gas untuk memastikan udara yang dihisap kedalam mesin bisa penuh dan sempurna. Setelah itu, starter mesin selama 5 sampai 10 detik atau minimal putaran mesin bisa lebih dari 250 rpm dan aki mobil dalam kondisi bagus.

8. Baca nilai tekanan kompresi pada alat compression tester.

Ukuran nilai tekanan kompresi yang normal berkisar diantara 9.5-12.5 kg/cm2 (lebih pastinya lihat nilai standard kompresi pada buku service manual kendaraan). Cocokkan nilai hasil tes tekanan kompresi dengan nilai standarad spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrik.

Jika nilainya terlalu rendah (dibawah nilai spesifikasi) hal ini menandakan bahwa telah terjadi kebocoran kompresi. Dan jika nilainya terlalu tunggi (diatas nilai spesiifikasi), hal ini menandakan bahwa telah terjadi penumpukan kerak dan deposit dalam ruang bakar, atau cylinder head pernah discrap.

9. Kempeskan alat untuk memulai pengukuran baru.

Kempeskan alat compression tester dengan menekan tombol pelepas tekanan (pressure release button) sebelum kembali memulai pengukuran tekanan kompresi pada silinder selanjutnya. Lanjutkan kembali pemeriksaan tekanan kompresi mulai dari langkah ke 6 sampai ke langkah 8 untuk pengukuran pada silinder no 2, 3,4,dst.

3. 8 0 Alat Ukur Pneumatik Dan Fungsinya Yang Umum Digunakan Di Bengkel

 

1. TYRE PRESSURE GAUGE


Tyre pressure gauge merupakan alat ukur pneumatik pertama yang berfungsi untuk mengukur tekanan udara yang ada di dalam ban sehingga kita bisa menyesuaikan tekanan angin pada ban sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan pada buku manual.

tyre pressure gauge

Model dari tyre pressure gauge ini ada dua macam, model analog dan model digital. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca artikel tentang cara mengukur dan membaca tekanan angin pada ban yang sudah pernah ombro posting sebelumnya

Selain itu, tyre pressure gauge ini juga ada yang dipasangkan langsung dengan air gun. Alat ini dikenal dengan tyre pressure inflator gauge. Alat ini tidak hanya berfungsi untuk mengukur tekanan angin yang ada di ban, namun alat ini juga bisa sekaligus menambahkan tekanan angin jika kurang.


2. MANIFOLD GAUGE AC


manifold gauge AC

Manifold gauge AC merupakan alat ukur pneumatik berikutnya yang umum ada di bengkel mobil khususnya untuk bengkel AC. Manifold gauge AC berfungsi untuk mengukur tekanan negatif dan tekanan positif dari gas freon yang ada di dalam sistem AC.

Selain itu, manifold gauge AC juga kerap digunakan untuk membantu teknisi dalam melakukan identifikasi masalah, perbaikan, dan pengisian freon kedalam saluran di sistem AC.


3. RADIATOR PRESSURE TESTER


radiator tester

Alat ukur pneumatik selanjutnya adalah radiator pressure tester. Radiator pressure tester ini memiliki beberapa fungsi penting yang kerap dilakukan di bengkel mobil seperti :
  • Memeriksa kebocoran air pada sistem pendingin mesin mobil (radiator, selang, dll)
  • Memeriksa kondisi tutup radiator
  • Memeriksa kebocoran keompresi pada saluran pendingin.

Untuk lebih lengkapnya tentang fungsi radiator tester ini, silahkan baca pada artikel fungsi radiator tester dan cara menggunakannya yang sudah pernah ombro posting sebelumnya.


4. VACUUM GAUGE


vacuum test

Alat ukur pneumatik berikutnya yang umum digunakan di bengkel mobil adalah vacuum gauge. Vacuum gauge ini berfungsi untuk memeriksa kemampuan kerja dari komponen mesin yang ada di kendaraan terhadap ke vacuuman udara, seperti misalnya vacuum advancer pada distributor atau mengecek kebocoran membran pada fuel pressure gauge.


5. COMPRESSION TESTER


fungsi compression tester

Alat ukur pneumatik yang terakhir ombro ketahui kerap digunakan di bengkel adalah compression tester. Compression tester ini berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder mesin yang ada di kendaraan. Untuk lebih lengkapnya tentang compression tester ini,

3.8 . 1 Cara Mengukur Dan Membaca Tekanan Angin Pada Ban

 Tekanan angin pada ban sangatlah penting untuk selalu diperhatikan.  Banyak sekali manfaat yang bisa Anda rasakan jika tekanan angin ban mobil Anda selalu sesuai dengan tekanan angin yang direkomendasikan pabrik.


Penghematan bahan bakar dan menjaga pengendalian yang baik pada kendaraan menjadi salah satu contoh manfaat yang bisa Anda rasakan.

Untuk perawatan, setidaknya lakukan pemeriksaan tekanan angin ban setiap dua minggu sekali guna memastikan ukuran yang sesuai dengan anjuran yang sudah di rekomendasikan pihak pabrikan.

Meskipun begitu, banyak diantara kita yang ternyata belum memahami cara pembacaan dan penggunaan alat ukur tekanan angin ban. Oleh karena itu, pada artikel berikut akan kami informasikan pengetahuan dasar seputar pemeriksaan dan pembacaan tekanan angin pada ban menggunakan alat ukur tekanan angin.


KETAHUI NILAI TEKANAN ANGIN BAN YANG DIREKOMENDASIKAN


Tidak semua mobil memiliki nilai tekanan angin yang sama. Bahkan tekanan untuk roda depan akan berbeda dengan tekanan angin roda belakang, apalagi jika kendaraan dipenuhi dengan penumpang dan bawaan.


Meskipun bisa saja ban mobil anda isi dengan tekanan angin berdasarkan "perkiraan", namun hal tersebut tidaklah di rekomendasikan untuk dilakukan, pasalnya tekanan angin pada ban yang tidak sesuai akan menimbulkan efek yang kurang baik untuk jangka panjang.

Contohnya, jika tekanan yang di berikan berlebih, maka bisa menyebabkan ban aus di bagian tengah dan ban akan terasa keras sehingga mengganggu kenyamanan berkendara.

Selain itu tekanan angin yang terlalu tinggi akan membuat kerja suspensi menjadi lebih berat dan bisa membuat shockbreaker bocor, ball joint cepat aus atau karet bushing menjadi cepat sobek.
Untuk mengetahui berapa tekanan angin yang direkomendasikan oleh pabrik, tentu Anda harus melihatnya melalui buku petunjuk pemakaian kendaraan.

Selain dari buku petunjuk pemakaian kendaraan, Anda bisa juga menemukan pada sticker yang di tempel di pilar dekat pintu atau pada pintu pengemudi itu sendiri.

posisi sticker ukuran tekanan angin ban



CARA MEMBACA UKURAN TEKANAN ANGIN PADA STICKER


Meskipun sudah terpasang sticker penunjuk tekanan angin ban mobil di pilar atau di pintu, terkadang kita masih belum paham berapa sih tekanan yang harus kita gunakan. Masalah ini sering kita alami karena kita belum paham cara membaca ukuran yang tercetak pada sticker tersebut.

Berikut saya berikan contoh bagaimana membaca tekanan angin ban yang biasanya tercetak di sticker penunjuk tekanan angin ban mobil.

Membaca ukuran tekanan angin pada sticker

Pada gambar di atas kita bisa membaca ukuran tekanan ban seperti berikut :
  • Ban depan memiliki ukuran tekanan yang dianjurkan sebesar 200 kPa atau 2.0 kgf/cm2 atau 29 psi
  • Ban belakang memiliki ukuran tekanan yang dianjurkan sebesar 180kPa atau 1.8 kgf/cm2 atau 26 psi

Ukuran yang banyak digunakan pada alat pengukur tekanan angin pada ban umumnya menggunakan satuan psi. Jadi ketika menggunakan alat pengukur tersebut juga perlu Anda perhatikan nilai satuannya.


CARA MENGGUNAKAN DAN MEMBACA ALAT PENGUKUR TEKANAN ANGIN


Untuk pembacaan pada alat pengukur tekanan angin pada dasarnya sama, namun yang terpenting untuk diperhatikan adalah satuan yang digunakan ketika kita membaca alat ukur tersebut. Ada 2 model alat ukur tekanan angin yang umum dijual dipasaran yaitu model analog dan model digital.

Pengukur Tekanan Angin Ban Versi Digital

Sesuai namanya, pengukur ini telah memanfaatkan sistem digital berupa angka numerik yang menampilkan satuan tekanan angin dalam format psi, bar dan kpa. Sehingga menjadikan pengukur tekanan ban digital ini merupakan versi termudah saat kita ingin mengukur dan membaca tekanan angin.

Anda tinggal melihat dan membaca berapa angka yang ditampilkan pada layar digital di alat tersebut, yang terpenting adalah satuan yang digunakannya, jangan sampai salah dalam pembacaan.

Pada contoh gambar di bawah, alat tersebut menunjukkan tekanan angin berukuran 35.0 psi.

alat ukur tekanan angin bna digital


Pengukur Tekanan Angin Ban Versi Analog

Pengukur tekanan angin ban versi analog biasanya memiliki bentuk silinder dengan penunjuk jarum. Lingkar jarum untuk satuan tekanan psi, bar, dan sebagainya memiliki tandanya masing-masing.

Pada contoh gambar di bawah, lingkar jarum berwarna hitam menunjukkan ukuran dalam satuan bar , sedangkan untuk lingkar jarum berwarna merah menunjukkan ukuran dalam satuan psi.

alat ukur tekanan angin ban analog

Untuk pembacaan nilai, anda perlu memperhatikan arah dan posisi jarum ketika alat dipasang ke ban. Angka yang ditunjukkan pada jarum adalah angka yang dihasilkan (tentunya dengan memperhatikan satuan yang digunakan yaitu psi atau bar). Berikut contoh pembacaan alat ukur tekanan ban analog

Perhatikan jarum alat ukur tekanan angin dibawah ini

contoh cara membaca tekanan angin ban

Jika menggunakan satuan bar (garis warna hitam), maka tekanan dibaca sebesar 3.4bar, sedangkan jika menggunakan satuan psi (garis warna merah), maka tekanan angin dibaca sebesar 49psi


CARA MENGGUNAKAN ALAT PENGUKUR TEKANAN ANGIN BAN


Menggunakan alat pengukur tekanan angin

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengukur tekanan ban menggunakan alat pengukur tekanan angin pada ban mobil:
  • Sebaiknya pemeriksaan tekanan angin dilakukan saat ban masih dalam kondisi dingin, pasalnya tekanan ban yang diukur dalam kondisi panas cenderung meningkat.
  • Siapkan alat pengukur tekanan ban.
  • Bukalah tutup pentil ban.
  • Arahkan ujung alat ke ke ujung pentil lalu tekan dengan tepat dan kuat (pastikan posisinya pas agar udara tidak keluar dan alat dapat mengukur tekanan secara sempurna).
  • Alat pengukur akan menunjukkan angka tekanan ban Anda saat itu.
  • Jika ternyata angka yang keluar menunjukkan bahwa tekanan ban terlalu tinggi, maka segera kurangi. Begitupun sebaliknya, jika tekanannya terlalu rendahmaka Anda dapat menambahnya secara perlahan hingga mencapai angka yang seharusnya.
  • Jika ban yang Anda ukur sudah telanjur dalam kondisi panas, sebaiknya tambahkan tekanan sebesar 1 psi mengingat kondisi ban yang sudah mengembang akibat panas.

GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL

  GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL   Berikut ini akan dibicarakan tentang Gambar Proyeksi Ortogonal secara terinci. Gambar proyeksi ortogonal y...