Sabtu, 31 Juli 2021

PDTO KD 3.4 Menerapkan workshop equipment

 

Pengertian Dan Macam - Macam Alat Workshop Equipment Dalam Otomotif


Pengertian Dan Macam - Macam Alat Workshop Equipment Dalam Otomotif - Workshop equipment merupakan berbagai macam kelengkapan alat yang diaplikasikan di bengkel otomotif. Meski begitu, workshop equipment bukan menjadi kelengkapan utama untuk melakukan bebagai jenis perawatan / perbaikan pada kendaraan. 

Tetapi workshop equipment berfungsi untuk mempermudah melakukan pekerjaan tersebut. Peralatan workshop equipment yang terdapat di bengkel skala kecil akan berbeda jika dibandingkan dengan peralatan yang terdapat di bengkel skala besar. 

Bengkel skala kecil memiliki kelengkapan - kelengkapan pendorong lebih sedikit jika dibandingkan bengkel skala besar. Contohnya, bengkel skala kecil hanya memiliki dongkrak tetapi bengkel besar memiliki dongkrak dan car lift dan alat kerja begkel lainnya.

Macam - Macam Alat Workshop Equipment Dalam Bengkel Otomotif


1. Car Lift

Car lift

Car lift adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan pada bengkel skala besar. Car Lift dalam pekerjaan perbaikan kendaraan sangat diperlukan untuk memudahkan pekerjaan mekanik yang dilakukan dibawah kendaraan.

Dengan adanya car lift berbagai macam pekerjaan yang perlu dilakukan dibawah kendaraan dapat lebih leluasa, misalnya perbaikan pada kaki-kaki kendaraan. Car lift merupakan salah satu alat yang digunakan untuk lifting kendaraan.

2. Dongkrak

Dongkrak

Dongkrak adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel. Dongkrak terdapat dibengkel kecil atau bengkel besar, dongkrak dalam pekerjaan di bidang otomotif sangat berguna.

Berbagai pekerjaan yang membutuhkan jacking atau pengangkatan kendaraan agar posisinya lebih tinggi dari tanah atau lantai. Contohnya melepas roda, perbaikan sistem rem, perbaikan kaki-kaki, dan peerjaan lainnya. Dongkrak ada beberapa jenis.

3. Jackstand

Jack stand

Jackstand adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel. Jackstand merupakan penopang kendaraan setelah diangkat. Penopang ini dapat disetel sesuai ketinggian pengangkatan kendaraaan.

Jackstand terbuat dari bahan yang kuat seperti besi, baja, atau campuran yang mampu menahan beban kendaraan. Tetapi dalam penempatan jackstand harus sesuai dengan titik tumpu pada kendaraan agar tercipta keamanan dan keselamatan kerja.

4. Kompresor

Kompresor

Kompresor adalah workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel. Kompressor merupakan mesin yang digunakan untuk memampatkan atau menekan udara dan gas. 

Karena proses pemampatan, udara memiliki tekanan yang dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan perbaikan maupun perawatan kendaraan.

Contoh pekerjaan yang membutuhkan kompresor ini diantaranya, membersihkan filter, karburator, impact gun, dan lain sebagainya.

5. Mesin Las

Mesin las

Mesin las adalah jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel. Mesin Las merupakan alat yang digunakan untuk menyambungkan beberapa komponen.

Dalam bidang otomotif mesin las sangat diperlukan untuk berbagai pekerjaan seperti perbaikan panel bodi dan kaki-kaki kendaraan. Banyak jenis mesin las, ada las litrik, las mig, dan las asityline.

6. Hydaulic Press

Hydaulic Press

Hydraulic press adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel terutama pada bengkel bubut. Hydraulic press berfungsi untuk memberikan tekanan pada sebagian atau keseluruhan komponen kendaraan. Hydraulic press termasuk power tools (alat bertenaga).

Metode penggerak hydraulic press umumnya menggunakan penggerak pneumatik atau hidrolik. Hydraulic press sangat membantu dalam berbagai pekerjaan yang ada di bengkel seperti pemasangan bearing, pemasangan seal power cylinder, dan lain sebagainya.

7. Wheel Balancer

Wheel Balancer

Wheel balancer adalah salah satu jenis workshop equipment yang terdapat dibengkel bengkel terutama pada bengkel spooring dan balancing. Wheel balancer berfungsi untuk mendeteksi ketidakseimbangan roda kendaraan.
Jenis workshop equipment ini sangat diperlukan dalam proses balancing. Roda diputar pada poros untuk melihat ketidakseimbangan.

Nilai ketidakseimbangan akan ditunjukan pada layar yang tersedia. Untuk proses perbaikannya yaitu dengan memberikan pemberat agar roda seimbang dan kendaraan menjadi lebih nyaman.

8. Tyre Changer

Tyre changer
Tyre changer adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel, utamanya pada bengkel velg dan ban. Tyre Changer berfungsi untuk memudahkan proses pemasangan dan pembongkaran ban dari rim.

Dengan menggunakan tyre changer maka proses pelepasan dan pemasangan ban menjadi efisien. Hal ini dikarenakan tyre changer menggunakan tenaga tambahan dari sistem pneumatik atau udara bertekanan.

9. Bench Grinder

Bench Grinder

Bench grinder adalah salah satu jenis workshop equipment yang banyak digunakan dibengkel. Bench grinder memiliki fungsi untuk membentuk, meratakan, atau membersihkan suatu permukaan.

Bench grinder sangat membantuk dalam berbagai pekerjaan di bengkel seperti membersihkan busi, membentuk berbagai sparepart yang membutuhkan penyesuaian, dan lain sebagainya.

by : Franki Sinaga, S.Pd

PDTO KD 3.3 Mengklasifikasi Jenis Jenis Special Service Tools

 

Special Service Tool (SST) Beserta Fungsinya


Special Service Tool (SST) adalah alat khusus yang digunakan untuk pekerjaan servis kendaraan di bengkel agar pekerjaan servis / perbaikan dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisien tanpa merusak bagian - bagian yang dikerjakan.

Alat khusus (Special Service Tool) yang dipakai untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing, sil oli (oil seal), bushing dan sebagainya. Sedangkan replacer adalah alat yang dipakai untuk memasang atau mengganti. Kedua kategori alat tersebut dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran bagian yang akan dikerjakan.

Macam - Macam Special Service Tools (SST) Beserta Fungsinya


1. Bearing Puller Attachment
Bearing puller attachment merupakan puler khusus yang didesain untuk melepas bantalan (bearing) yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa. Bantalan ini dapat dilepas dengan cara bearing spliter dipasang sedemikian rupa hingga memisahkan bantalan ini. Keraskan baut pengikat bearing spliter hingga mendesak bantalan lepas dari tempatnya.
Bearing Puller Attachment

2. Oil Seal Puller (Puler Perapat Oli)
Puller jenis ini berfungsi melepas perapat oli pada transmisi, poros belakang (pada kendaraan roda empat) dsb. Kaki (jaw) puller jenis ini dibuat dengan bentuk khusus untuk dapat menegeluarkan perapat oli (oil seal) yang dipasangkan. 
Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller)


3. Bearing Cup Puller (Puller Bantalan Pilot)
Bearing cup puller atau Puller Bantalan Pilot berfungsi untuk menarik bearing (laker) dari bagian tengah bearing atau bearing yang terpasang pada lubang / silinder.
Puller Bantalan Pilot (Bearing Cup Puller)


4. Tracker Bearing (Universal Puller)
Tracker Bearing special service tool yang berfungsi untuk mempermudah proses pemasangan atau pelepasan bearing tanpa harus melakukan pukulan atau tekanan yang tidak merata pada bearing. Tracker bearing memiliki prinsip kerja menarik komponen di dalam mesin.

Puller dengan tiga jaw memiliki jarak yang sama. Masing-masing arm dipasang pada suatu bagian logam, yang digunakan untuk menghubungkan arm dengan bagian tengah. Bagian tengah dikenal sebagai ”ear.” Engsel pada kedua ujung ear dihubungkan ke arm dan bagian tengah. Screw (forcing screw) menekan bagian tengah ini.
Universal Puller

5. Tracker Pulley
Tracker pulley ini berfungsi untuk menahan pulley / sprocket agar tidak berubah posisi atau ikut berputar saat mengenduran atau mengencangkan baut pengikat di pulley tersebut. Contohnya digunakan untuk menahan pulley depan (sirip rumah roller) dan pulley belakang (mangkok kopling) pada transmisi otomatis CVT motor matic. Tracker pulley ini menahan sirip rumah roller supaya tidak ikut memutar saat mur pengikat rumah roller dikecangkan / dikendurkan, sama halnya di bagian mangkok kopling.

Tracker ini juga digunakan saat membuka atau mengencangkan baut pengikat pada camshaft sprocket mesin mobil, khususnya saat pengencangan menggunakan kunci momen. Dengan begitu, maka camshaft tidak akan berputar dan katup / klep tetap aman saat proses pengencangan baut dilakukan.
Tracker Pulley

6. Chain Breaker Removal
Chain breaker removal atau tracker pemotong rantai digunakan untuk memudahkan memotong mata rantai pada bagian pembangkit motor atau rantai roda dan keteng pada sebuah mesin dan kendaraan.
Chain Breaker Removal

7. Clutch Aligning Tool
Clutch Aligning Tool digunakan untuk meluruskan atau memposisikan kampas kopling (clutch disc) agar benar-benar ditengah (center) sebelum baut plat penekan (pressure plate) dikencangkan. Hal ini dilakukan agar pemasangan transmisi atau input shaft transmisi mudah masuk ke dalam clutch disc.

Clutch Aligning Tool

8. Sliding Hammer
Sliding hammer berfungsi untuk melepas dengan cara memukul komponen yang mana posisi untuk memukul komponen tersebut tidak dapat dijangkau jika hanya menggunakan palu (hammer). Contohnya pada komponen axle shaft (as roda), pin pada suspensi tipe daun.

Sliding Hammer

9. Piston Ring Compressor
Piston ring compressor berfungsi untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan piston ke dalam silinder. Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran, menyerupai silinder (boring) yang telah dilengkapi dengan penyetel. Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor (membesar dan mengecil) ketika digunakan.
Piston Ring Compressor
10. Tang Ring Expander (Ring Expander Plier)
Tang ring expander / tang ring piston / tang ring torak merupakan sepecial service tool yang berfungsi untuk mempermudah saat melepas dan memasang ring piston dari piston, guna menghindari kerusakan atau cacat pada piston ataupun ring piston.
Ring Tang Expander Plier (Tang Ring Torak)

11. Valve Spring Copressor
Valve spring compressor adalah special service tool yang berfungsi untuk melepas dan memasang pengunci pegas katup atau ada yang menyebutnya dengan nama kuku macan. Tanpa alat ini sangat sulit melepas atupun memasang pengunci per katup pada kepala silinder.
Valve Spring Copressor

12. Coil Spring Compressor 
Coil Spring Compressor  merupakan salah salah satu sepecial service tool yang berfungsi untuk menekan pegas koil / Per Shok sehingga mempermudah mekanik saat melepas dan memasang komponen shock absorber.
Coil Spring Compressor

13. Ball Joint Separator / Tracker Ball Joint
Ball joim separator berfungsi untuk melepas ball joint pada sistem kemudi dari dudukannya. Ada tiga jenis tipe ball joint sparator yaitu : Ball joint splitter puller, Splitter scissor & DrafterBall Joint Splitter (fork). Tetapi semua tetap memiliki fungsi yang sama.
Ball Joint Separator / Tracker Ball Joint

14. Disc Brake Piston Compressor
Disc Brake Piston Compressor merupakan special service tool yang berfungsi untuk menekan piston caliper pada rem cakram ketika hendak melakukan pemasangan kampas rem baru.
Disc Brake Piston Compressor

15. Tie Rod Remover 
Tie Rod Remover merupakan special service tool yang berfungsi untuk mempermudah saat melepas tie rod pada mobil.
Tie Rod Remover

16. Oil Filter Remover
Oil filter remover berfungsi untuk mengencangkan dan mengendurkan suatu komponen, seperti filter oli atau filter solar. Umumnya terdapat dua jenis model kunci filter oli yang biasa ditemukan, yaitu model rantai dan sabuk. Tetapi oil filter remover ini juga masih terdapat berbagai bentuk lain tergantung jenis kendaraan yang menggunakan. Cara penggunaan alat ini juga tergantung pada bentuk oil filter remover.
Kunci Filter Oli (Filter Strap Wrench)

17. Obeng ketok (Impact Driver)
Obeng ketok digunakan untuk mengencangkan atau melepas sekrup dengan kekencangan tertentu yang mana sekrup tersebut tidak dapat dielepas jika hanya menggunakan obeng biasa.
Obeng Ketok

18. Differential Flange Holder 
Differential flange holder berfungsi untuk menahan flange pinion agar tidak berputar ketika dilepas. Karena flange pinion pada differential / gardan harus ditahan ketika hendak dilepas.
Differential Flange Holder 

19. Oil Seal Protector Sleeve (Pelindung Sil Oli)
Oil seal protector sleeve adalah alat yang digunakan untuk menghindari cacat ketika pemasangan sil oli dan juga mempermudah proses pemasangan. Saat memasang sil oli, terkadang dapat mengakibatkan kerusakan pada sil oli karena gesekan atau terkena bagian yang tajam dari komponen.
Oil Seal Protector Sleeve (Pelindung Sil Oli)

20. Clamp-G
Clamp-G / C-Clamp adalah sebuah alat bantu yang berfungsi sebagai penahan /klem benda kerja agar tidak berubah posisi dan ukuran. Catok Clamp-G jika untuk pengerjaan logam adalah berfungsi menjepit dua objek bersama-sama untuk tujuan pengelasan atau pekerjaan permesinan. Contoh fungsinya adalah untuk menahan, mengklem atau menjepit bidang kerja ke bidang kerja lain saat dilakukan pengelasan sehingga bidang tersebut tidak berubah ukuran, posisi maupun bentuknya.
Clamp-G


21. Adjustable C Spanner / Fixed C Spanner
Fixed C spanner digunakan untuk melepas dan memasang spanner nut, cylinder rod head pada hydraulic cylinder, sprocket retaining nut pada beberapa mesin, dan sebagainya. Adjustable C spanner atau fixed C spanner spanner menyerupai box end wrench yang terpotong. Pada ujung gripping jaw terdapat sebuah drive pin yang dimasukkan ke dalam drive hole pada spanner nut.
Adjustable C Spanner / Fixed C Spanner



                                                          LIHAT JUGA MATERI YG LAIN

16 Special Service Tools (SST) Yang Banyak Digunakan Di Bengkel

Sesuai namanya, special service tools adalah perkakas yang dibuat special untuk men-service satu komponen tertentu.

Bahkan kadang, SST juga dibuat secara spesifik oleh pabrikan mobil untuk melepas atau memasang komponen pada mobil mereka. Hal ini dikarenakan ada beberapa komponen pada kendaraan yang memang tidak bisa dilepas apabila tidak menggunakan alat khusus.

Contoh yang paling mudah adalah alat untuk melepas ban dari velg, kalau anda pernah ke tukang tambal ban bagaimana mereka melepas ban motor anda ? pasti menggunakan alat seperti tuas.

Itu adalah contoh SST karena dibuat khusus untuk melepas dan memasang ban pada velg.

Selain itu ada banyak sekali, bahkan kalau dihitung bisa sampai ribuan karena seperti yang saya katakan diawal kadang tiap pabrikan mobil memiliki SST mereka sendiri jadi komponen yang harusnya bisa dilepas dengan kunci biasa pada mobil tertentu harus menggunakan SST.

Tapi yang akan kita bahas adalah SST universal atau SST yang memang digunakan untuk melepas komponen tertentu pada tiap kendaraan dan ini juga yang paling sering digunakan pada bengkel.

1. Piston ring compressor


Fungsi : untuk memasang piston (yang sudah dipasangi ring piston) kedalam silinder mesin.

Cara kerja SST ini adalah dengan mengincupkan ring piston sesuai diameter piston. Jadi saat piston dimasukan ke silinder, ring piston tidak mengganjal karena ring piston memiliki diameter lebih besar daripada silinder sehingga pasti mengganjal tanpa SST ini.

2. Piston ring expander


Fungsi : untuk melepas dan memasang ring piston pada piston.

Cara kerja SST ini seperti tang yang dapat merenggangkan ring piston sehingga ring piston bisa keluar dari alur ring piston pada piston dan bisa lepas dengan mudah.

3. Valve spring compressor


Fungsi : untuk melepas dan memasang katup mesin.

Cara kerja SST ini adalah dengan menekan pegas katup sehingga kita bisa melepas lock nut katup. Saat lock nut ini sudah terlepas maka katup dan pegas katup akan terlepas.

4. Oil filter remover


Fungsi : untuk melepas filter oli berjenis external oil filter.

Pada dasarnya, ada dua jenis filter oli. Ada filter oli dengan tabung didalam (tertanam pada blok silinder) dan kita hanya mengganti elemen filternya saja, ini biasa kita sebut internal oil filter.

Ada juga filter oli yang tabung beserta elemen filternya ada diluar, sehingga kalau ganti harus satu set dengan tabungnya. Filter jenis inilah yang memerlukan SST oil filter remover.

Pada dasarnya, SST ini digunakan untuk mencengkram tabung filter sehingga bisa diputar dengan lebih mudah.

5. Oil seal puller

Fungsi : untuk melepas seal oli pada beberapa komponen

Oil seal puller bekerja dengan mencongkel oil seal dari dudukannya, meski demikian bentuk SST ini disesuaikan agar saat mencongkel seal tidak berdampak pada kerusakan komponen lainnya.

6. Bearing cup puller

Fungsi : untuk menarik bantalan yang terpasang pada sebuah lubang.

SST ini bekerja dengan metode press yang dikendalikan dari putaran ulir, jadi untuk melepas bearing kita tinggal memutar tuas bagian atas.

7. Universal puller

Fungsi : untuk melepas atau memasang bantalan/bearing secara universal.
Advertisement
Pada dasarnya alat ini sama seperti yang diatas tapi sifatnya lebih universal atau bisa dipakai pada segala jenis bantalan.

8. Clutch central aligning tool

Fungsi : untuk membantu memasang disc brake/plat kopling supaya posisi lubang berada pada central.

Hal ini dikarenakan saat memasang plat kopling, plat kopling tidak memiliki acuan sehingga lubang porosnya harus benar-benar dipaskan supaya sentral. Apabila melese sedikit saja, poros transmisi akan sulit saat akan dipasang.

9. Bearing puller atachment

Fungsi : untuk melepaskan bearing yang yang posisinya berada didalam poros (bukan didalam lubang)

Cara kerja alat ini adalah dengan mencongkel bagian pangkal bearing, sehingga apabila bearing sedikit bergerak maka bearing bisa lebih mudah dilepas. alat ini biasa digunakan untuk melepas bearing pada poros transmisi yang memang keras untuk dilepas.

10. Sliding hammer

Fungsi : untuk menarik komponen dengan beban yang besar

Umumnya, sliding hammer digunakan untuk melepas komponen kaki-kaki yang sudah gancet atau melekat cukup lengket meski semua baut.mur sudah dilepas.
Cara kerjanya, dengan memberikan barbel pada sebuah poros dimana poros ini dihubungkan pada komponen yang akan dilepas. beban pada barbel memiliki gaya yang besar untuk menarik komponen.

11. Disc brake piston tool

Fungsi : untuk menekan piston pada caliper rem cakram supaya kembali merenggang.

Saat kita akan mengganti kampas rem, biasanya posisi piston pada kaliper rem lebih keluar. Kalaupun langsung dipasang dengan kampas rem baru, sudah pasti tidak akan masuk karena celahnya sangat sempit sehingga piston perlu dimasukan kembali.

SST ini dipakai untuk mengepress piston agar kembali rata dengan kaliper rem sehingga kaliper rem bisa dipasang dengan mudah.

12. Coil spring compressor

Fungsi : untuk menekan coil spring agar kita bisa dengan mudah melepas upper holder shockbreaker

Tanpa SST ini, kita akan kesulitan saat melepas upper holder shockbreaker karena ada tekanan dari coil spring.

Dengan SST ini, kita bisa meniadakan tekanan dari spring sehingga bisa dengan mudah melepas upper holder shockbreaker.

13. Ball joint separator


Fungsi : untuk melepas ball joint dari steering knuckle

SST ini mirip penjepit jemuran, cara kerjanya dengan menekan baut ball joint dengan bantalannya adalah knuckle. Cara ini lebih aman daripada cara konvensional dengan memukul bagian steering knucklenya.

14. Tie rod remover


Fungsi : untuk melepas tie rod end

Alat ini cara kerjanya hampir sama dengan ball joint separator tapi dengan jangkauan lebih besar. Hal ini dikarenakan panjang ball joint pada tie rod end juga kadang lebih panjang.

15. Differential flange holder


Fungsi : menahan flange pinion agar tidak diputar saat dilepas

Flange pinion yang ada pada input differential ini harus ditahan saat akan dilepas, untuk menahannya kita menggunakan flange holder yaitu berupa tuas dengan ujung dibaut ke flange sehingga kita bisa menahan flange pinion dengan SST tersebut.

16. Obeng ketok

Fungsi : untuk melepas sekrup yang susah dilepas menggunakan obeng biasa

Obeng ketok sering sering sekali digunakan, SST ini pada dasarnya sama seperti obeng dengan mata + dan -. Namun ada mekanisme dimana saat kita ketok handlenya, maka ujung obeng akan berputar. Oleh sebab itu obeng ini diberi nama obeng ketok.

Selain 16 SST diatas tentu masih ada banyak SST yang belum dibahas, tapi kira kira yang paling banyak digunakan itu ada diatas.

BY Franki Sinaga,S.Pd

Kamis, 29 Juli 2021

KOMPETENSI DASAR DAN KOMPETENSI INTI MAPEL PDTO

PDTO KD 3.2 Mengklasifikasi jenis-jenis power tools

Jenis-jenis Power Tools Beserta Fungsinya

Power tools adalah jenis alat yang sumber penggeraknya bukan dari tenaga manusia melainkan tenaga penggeraknya diperoleh dari energi listrik atupun tenaga dari udara bertekanan (pneumatik). Penggunaan peralatan bertenaga (power tools) pada proses pekerjaan di bengkel otomotif sangat bermanfaat dalam hubungannya mempercepat proses kerja, lebih efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga manusia.

Lalu apa fungsi dari berbagai jenis power tools ini?

Banyak sekali fungsi dari power tools sesuai dengan jenis pekerjaannya. Sebagai contoh di bengkel otomotif kita seringkali melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pembentukan dan pemotongan logam. Untuk pekerjaan semacam ini dapat dengan mudah dilakukan jika kita menggunakan power tools dibandingkan dengan hand tools. 

Proses pekerjaan metal working menggunakan power tools

Berikut Salah Satu Contoh Metal Working yang Sering Dilakukan

  1. Mengebor material besi/logam
  2. Memotong material besi/logam
  3. Menggerinda material besi/logam
Proses pekerjaan diatas tentu memerlukan berbagai jenis power tools (alat tenaga) untuk melakukannya, karena kita tahu bahwa besi adalah material yang keras. Jika hanya sebatas menggunakan hand tools maka akan sangat menguras energi dalam proses pekerjaannya. Lalu Apa saja Jenis-jenis power tools yang sering digunakan di bengkel otomotif?

Jika dikelompokan dalam penggunaannya. Power tools terdapat beberapa jenis pekerjaan seperti:
  • Mengebor pada besi, alumunium, kayu (Drilling).
  • Menggerinda/poles besi, memotong pada material besi/logam (Grinding).
  • Mengebor tembok/beton, membobok/menghancurkan beton (Concrete).
  • Memotong kayu, menyerut kayu, profil kayu, mengamplas/menghaluskan kayu (Wood working).
  • Menyekrup pada plat/kayu, memasang dan membuka mur baut (Cordless).
  • Membersihkan suatu area/benda, memotong benda logam tanpa ada percikan api, memotong material keramik/marmer/granit, memasang suatu benda/mengupas dengan pemanas (Other tools).
  • Mengukur area suatu bidang, meratakan/leveling area suatu bidang, mendeteksi area suatu bidang sebelum melakukan pengeboran (Measuring tools).
  • Ada juga jenis pekerjaannya bisa menggunakan peralatan drilling, grinding,other tools, dan peralatan lainnya seperti pekerjaan pada metal working.

2 sumber tenaga dari power tools yang paling banyak dipakai adalah tools listrik dan tools pneumatik/hidrolik.

Jenis-jenis Power Tools (Alat Bertenaga) yang Digunakan di Bengkel Otomotif

  1. Bor Tangan (Portable Drill)
  2. Bor Angin (Air Drill)
  3. Gerinda Tangan (Portable Grinder)
  4. Air Impact Wrench
  5. Electric Impact Wrench
  6. Air Gun (Air Duster)
  7. Tyre Pressure Gauge
  8. Kompresor
  9. Air Sander
  10. Spray Gun
  11. Gerinda Potong
  12. Gerinda Bangku (Bench Grinder)
  13. Mesin Press Hidrolik (Hydraulic Pressure Machine)
  14. Bor Duduk (Bench Drill)
  15. Heat Gun

Macam-macam Power Tools dan Fungsinya

1. Bor Tangan (Portable Drill)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Bor Tangan (Portable Drill)

Peralatan power tool yang pertama adalah bor tangan. Bor tangan merupakan salah satu jenis alat tenaga yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja dengan sumber tenaga yang berasal dari arus listrik (bisa arus listrik bolak balik AC maupun arus listrik yang diperoleh dari baterai). Portable drill merupakan jenis dari bor listrik yang memiliki kapasitas diameter pengeboran yang cukup terbatas.

2. Bor Angin (Air Drill) 
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Bor Angin (Air Drill) 

Bor angin merupakan jenis power tools yang memiliki fungsi yang sama dengan bor tangan. Tenaga penggerak dari bor angin ini bukan dari tenaga listrik arus AC maupun DC tetapi dari udara bertekanan (pneumatik) yang dihasilkan oleh komponen lain (kompresor). Karena bor angin ini bergantung dari tekanan udara yang dihasilkan oleh kompresor, maka tenaganya pun akan bergantung dari tekanan yang diberikan kompresor. 

Hal ini membuat torsi yang dihasilkan menjadi relatif tidak stabil jika dibandingkan dengan bor yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak. Selain itu masalah keausan pada sambungan juga sering terjadi ketika menggunakan bor angin, masalah keausan ini akan menyebabkan terjadinya kebocoran udara yang masuk ke dalam sistem bor dan pada akhirnya mengurangi torsi.

3. Gerinda Tangan (Portable Grinder)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Gerinda Tangan (Portable Grinder)

Gerinda merupakan salah satu jenis power tools yang berfungsi untukmemotong, meratakan dan menghaluskan material besi yang sudah dipotong agar rapih dan tidak tajam. Bisa juga untuk mengkikis material besi yang tidak rapih karena proses pengelasan.

4. Air Impact Wrench

Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Air Impact Wrench

Impact wrench adalah salah satu jenis power tools yang berfungsi untuk mengencangkan atupun megendurkan mur/baut. Dalam melakukan fungsinya impact wrench ini harus dipasangkan dengan kunci socket.

Beberapa impact wrench memiliki perlengkapan yang bisa mengatur torsi agar sesuai dengan fastener yang diputar. Namun sama seperti power tools lain yang menggunakan udara bertekanan dalam melakukan fungsinya. Torsi yang dihasilkan oleh impact jenis ini relatif kurang stabil tergantung dari tekanan udara yang diterima dari kompresor.

5. Electric Impact Wrench
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Electric Impact Wrench

Electric Impact wrench merupakan peralatan (power tool) yang memiliki fungsi yang sama dengan air impact namun dengan mekanisme tenaga penggerak yang berbeda. Pada air impact beroprasi dengan mengandalkan tekanan udara (pneumatik), sedangkan untuk yang tipe elektrik ini menggunakan tenaga listrik. Electric Impact wrench berfungsi untuk mengencangkan atupun megendurkan mur/baut.

6. Air Gun (Air Duster)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Air Gun (Air Duster)

Air duster merupakan jenis dari power tools yang menggunakan tenaga pneumatik. Air duster (air gun) ini berfungsi untuk membersihkan kotoran ataupun serpihan pada ruangan yang terbatas dengan cara menyemprotkan udara bertekanan. Contoh paling sering penggunaan air gun adalah pada proses pembersihan saringan udara, penyemprotan ketika sedang menservis rem.

Air gun merupakan udara bertekanan, tekanan udaranya bisa sangat tinggi oleh karna itu jangan arahkan air gun ke bagian tubuh atau mata operator karena dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Untuk bisa menghindari cidera, anda bisa menggunakan eye protection.

7. Tyre Pressure Gauge
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Tyre Pressure Gauge

Tyre pressure gauge merupakan salah satu jenis power tools yang menggunakan tenaga pneumatik dalam pengoprasiannya. Tyre pressure gauge berfungsi untuk mengisi dan memeriksa tekanan udara di dalam ban.

8. Kompresor
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Kompresor

Kompresor merupakan salah satu jenis power tool sebagai penghasil tenaga berupa udara bertekanan bagi alat lain. Kompresor akan memberikan suplai udara bertekanan pada alat alat yang bekerja menggunakan tekanan udara seperti, air gun air impact, dll.

Kompresor berguna untuk menjaga tekanan udara tetap konstan. Kompresor memiliki regulator tekanan udara otomatis yang memungkinkan untuk menghentikan kerja dari kompresor jika tekanan udara maksimum dalam tabung kompresor telah tercapai.

2 macam jenis kompresor yang biasa dipakai di bengkel otomotif:

  1. Kompresor tipe piston
  2. Kompresor tipe rotary screw

9. Air Sander
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Air Sander

Air sander merupaka jenis power tools yang digunakan untuk meratakan bidang datar. Alat ini digunakan untuk mempermudah dalam meratakan permukaan yang ingin dicat. Air sander bekerja menggunakan tenaga dari udara bertekanan (pneumatik). Alat ini banyak digunakan di bengkel otomotif terutama di unit produksi perbaikan body.

10. Spray Gun
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Spray Gun

Spray gun merupakan salah satu jenis power tools yang bekerja dengan memanfaatkan udara bertekanan (pneumatik). Spray gun berfungsi untuk mengatomisasi benda cair, umumnya cat. Hasil akhir dari pengecatan dengan spray gun akan lebih sempurna daripada dengan pengecatan biasa. Hal ini karena jika anda melakukan pengecatan dengan menggunakan spray gun maka akan mendapatkan hasil yang lebih rata. 

11. Gerinda Potong
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Gerinda Potong

Sesuai dengan namanya gerinda potong berfungsi untuk melakukan pemotongan pada benda kerja. Cara kerja dari gurinda ini adalah dengan membuat kontak antara mata gerinda yang berputar dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan sampai akhirnya benda kerja terpotong. Pada proses penggunaannya ketika mata gerinda yang berputar kontak dengan metal akan keluar percikan bunga api karena tingkat friksi (gesekan yang tinggi). Untuk menghindarai terjadinya kecelakaan kerja saat menggunakan gerinda potong, anda sebaiknya memakai alat pelindung diri.

12. Gerinda Bangku (Bench Grinder)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Gerinda Bangku (Bench Grinder)

Mesin gerinda jenis ini biasanya berukuran kecil dan ditempatkan pada meja kerja dengan baut. Mesin ini memiliki 2 batu gerinda yang memiliki tingkat kekasaran yang berbeda. Gerinda jenis ini berfungsi untuk mengasah/mengikis permukaan logam seperti mata bor, pahat, pisau, dll. 

Pemasangan 2 buah batu gurinda ini agar grider jenis ini memiliki 2 fungsi sekaligus yaitu sebagai pemotong dan pengasah. Jika anda ingin melakukan pemotongan untuk benda berukurn kecil bisa menggunakan sisi yang kasar. Untuk proses pengasahan gunakanlah sisi yang lebih halus.

13. Mesin Press Hidrolik (Hydraulic Pressure Machine)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Mesin Press Hidrolik (Hydraulic Pressure Machine)

Mesin press hidrolik merupakan mesin yang bekerja berdasarkan tekanan fluida. Pada konsep fisika mesin ini menggunakan hukum pascal dalam pengoprasiannya. Fungsi utama dari mesin press hidrolik adalah melakukan pengepresan pada komponen komponen yang membuatuhkan gaya tekan yang kuat untuk memasang maupun membongkarnya. 

Contoh penggunaan mesin pres hidrolik pada bidang otomotif seperti membuka dan memasang bearing, menekan pegas daun dan pekerjaan lain yang membutuhkan proses penekanan pada benda kerja. Mesin press hidrolik memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan mesin press yang menggunakan tenaga listrik


14. Bor Duduk (Bench Drill)
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Bor Duduk (Bench Drill)

Mesin bor duduk berfungsi untuk membuat lubang pada benda kerja dengan diameter yang kecil. Prinsip kerja dari bor duduk ini adalah dengan memindahkan putaran dari motor listrik ke poros mesin sehingga poros dapat berputar.

15. Heat Gun
Macam-macam Power Tools Beserta Fungsinya
Heat Gun

Heat gun merupakan salah satu jenis power tools yang bekerja dengan mengeluarkan hawa/udara panas. Dimana panas yang dihasilkan pun dapat disetting berdasarkan kebutuhan. Fungsi heaat gun umunya adalah untuk mempermudah pelepasan seperti stiker, memanaskan besi, mempercepat daya lekat lem, melonggarkan mur yang berkarat, dll.


16. Mesin las 

adalah alat yang  digunakan manusia untuk menyambung material besi atau logam agar menjadi satu kesatuan sehingga dapat menghasilkan bentuk sambungan yang continue untuk digunakan sesuai dengan fungsinya.

Pengelasan atau welding memiliki lingkup penggunaan yang sangat luas meliputi jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa saluran, perkapalan, pipa pesat, dan lain sebagainya.

Pada umumnya jenis mesin las diklasifikasikan menjadi tiga yaitu.

  • Mesin las listrik (electric welding)
  • Mesin las karbit atau/gas
  • Mesin las laser

Secara umum prinsip kerja dari ketiga jenis mesin las tersebut yaitu dengan cara membakar atau memanaskan sebuah kawat.

Sumber energi panas untuk pembakaran tadi dihasilkan dari aliran listrik (mesin las listrik) gas acetylena yang dibakar (mesin las karbit) dan sinar laser vertikal (mesin las laser).

Mesin Las Listrik (Electric Welding)

Jenis-Mesin-Las-Mesi- Las-Listrik-Electric-Welding

Untuk jenis Las listrik (electric welding), panas yang diperoleh untuk proses pelelehan bersumber dari dari perbedaan tegangan antara ujung tangkai las dengan benda yang akan di las.

Kalau elektroda las cukup didekatkan dengan benda yang akan dikerjakan itu, yang kemudian akan terjadi loncatan bunga api permanen yang berasal dari arus listrik.

Pada saat melakukan pengelasan listrik, tetesan elektroda lempengan logam yang berdiameter tertentu, berjatuhan dan menjadi kumpulan cairan logam untuk kemudian direkatkan dengan besi.

Macam-Macam Arus Mesin Las Listrik

Arus yang digunakan dalam las listrik dapat berupa arus AC atau DC tergantung dari jenis mesin las yang digunakan.

Jenis arus inilah yang membedakan dari beberapa macam jenis mesin las listrik. Berikut adalah pembahasan dari masing-masing jenis mesin las listrik tersebut.

1. Mesin Las Listrik Arus Bolak-Balik (Mesin AC)

Jenis mesin las ini memerlukan arus listrik bolak-balik (AC) yang dihasilkan dari pembangkit listrik dari PLN atau generator AC yang akan digunakan sebagai sumber tenaga pada saat proses pengelasan.

Besarnya tegangan listrik yang dihasilkan oleh sumber pembangkit listrik belum pasti sesuai dengan tegangan yang digunakan untuk pengelasan.

Bisa jadi tegangan tersebut terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, sehingga besarnya tegangan perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan cara menaikkan atau menurunkan tegangan.

Alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan disebut dengan transformator atau trafo.

Kebanyakan trafo yang digunakan untuk menurunkan tegangan pada peralatan las adalah jenis trafo step-down.

Hal ini karena kebanyakan daya listrik, baik listrik PLN maupun listrik dari sumber yang lain sehingga mesin las mempunyai tegangan yang cukup tinggi.

Seharusnya kebutuhan tegangan yang dikeluarkan oleh mesin las untuk pengelasan cukup dengan 55 volt sampai 85 volt.

Daya transformator yang digunakan pada peralatan las ini cukup besar. Untuk mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dibutuhkan energi yang besar.

Karena tegangan pada terminal kumparan sekunder hanya kecil, maka untuk menghasilkan daya yang besar diperlukan arus yang besar pula.

Arus yang digunakan untuk peralatan las berkisar 10 ampere hingga 500 ampere. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan kebutuhan mesin las.

Untuk keperluan daya besar tentu juga membutuhkan arus yang lebih besar.

2. Mesin Las Listrik Arus DC (Searah)

Jenis mesin las ini menggunakan arus searah (DC) yang dihasilkan oleh listrik. Arus listrik searah tersebut dihasilkan dari mesin dinamo motor listrik searah.

Dinamo tersebut dapat digerakkan oleh motor bensin, diesel, atau listrik dan alat penggerak lain.

Pada prosesnya kerjanya mesin las ini membutuhkan alat yang dapat mengubah arus AC menjadi arus DC.

Pengubahan arus ini bertujuan agar nyala busur listriknya lebih stabil. Selain itu, agar dapam meminimalisir tingkat kebisingan dari mesin tersebut serta membuat mesin las menjadi lebih fleksibel.

Mesin las DC sendiri terdapat dua macam, yaitu las stasioner dan las portable.

Pada umumnya mesin las stasioner banyak digunakan pada bengkel yang dilengkapi jaringan listrik permanen (PLN).

Sedangkan mesin las portable bentuknya lebih kecil dan dapat digunakan untuk pengelasan yang tidak terjangkau jaringan listrik.

Kelebihan mesin las arus searah

  • Perlengkapan dan perawatan lebih murah.
  • Dapat mempengaruhi keluaran dengan menukar kabel masa dan kabel elektroda.
  • Dapat mengurangi timbulnya keropos gerigi las karena terdapat busur kecil yang menyala.

Kekurangan mesin las arus searah

  • Hanya dapat digunakan pada beberapa jenis elektroda saja.
  • Tidak dapat untuk mengelas semua jenis logam.
  • Suara yang dihasilkan lebih bising.
  • Nyala busur tidak terlalu stabil.

3. Mesin Las Listrik Ganda (AC – DC)

Mesin las listrik ganda mampu melayani pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan dengan arus bolak-balik (AC).

Jenis mesin las ini mempunyai transformator satu fasa beserta alat perata dalam satu unit mesin.

Keluaran arus bolak-balik (AC) berasal dari terminal lilitan sekunder transformator melalui regulator arus. Sementara arus (DC) searah berasal dari keluaran alat perata arus.

Pengaturan keluaran arus bolak balik dan arus searah cukup mudah, yaitu hanya dengan memutar alat pengatur arus dari mesin las sesuai yang diperlukan.

Mesin las AC-DC lebih fleksibel karena mempunyai semua kemampuan yang dimiliki masing-masing mesin las AC dan mesin las DC .

Contoh pengunaan yang banyak dilakukan yaitu di bengkel-bengkel dengan jenis pekerjaan yang bermacam-macam, sehingga tidak susah mengganti-ganti las untuk pengelasan berbeda lain.

Mesin las arus ganda dapat menyuplai arus antara 25 ampere sampai 140 ampere digunakan untuk mengelas baja anti karat plat-plat tipis, alumunium, dan (stainless steel).

Sedangkan untuk mengelas benda kerja tebal  maka dapat disetel 60 sampai 300 ampere.

Mesin Las Karbit / Gas

Jenis-Mesin-Las-Mesin-Las-Karbit-GasLas karbit atau juga disebut dengan las asetilen adalah salah satu perkakas yang sering ditemui pada mekanik perbengkelan.

Pengoperasiannya cukup mudah sehingga sering digunakan untuk menghubungkan dua logam atau welding.

Mesin las karbit sangat cocok dan banyak digunakan untuk melakukan pengelasan pada objek las yang berukuran kecil atau tipis.

Pengelasan ini dilakukan melalui proses pencampuran dua jenis gas asetilin dan gas oksigen sebagai sumber panas dan sebagai pembentuk nyala api yang kemudian akan digunakan untuk pelelehan logam.

Kelebihan Jenis Mesin Las Karbit

Jenis mesin las karbit ini memiliki kelebihan atau keunggulan yang tidak dimiliki oleh mesin las listrik maupun. Beberapa kelebihan dari mesin las karbit adalah:

  • Peralatan yang digunakan tidak mahal cukup menggunakan korek api dan kawat las.
  • Pemeliharaan dan perawatan mesin las karbit ini relatif lebih mudah dan murah.
  • Teknik pengelasantergolong mudah, tanpa perlu mempelajari teknik khusus.
  • Sangat cocok untuk pengelasan pada besi dan logam dengan ketebalan maksimal 2 mm.

Kekurangan Jenis Mesein Las Karbit

  • Ukuran tabung gas yang besar sulit untuk dibawa dan dipindahkan.
  • Untuk modal awal harga tabung gas cukup mahal.
  • Kurang efisien ketika berpindah posisi pengelasan, karena selang las yang terlalu panjang
  • Tidak cocok untuk pengelasan logam dan besi dengan ketebalan diatas 2 mm.

Mesin Las Laser

Jenis-Mesin-Las-Mesin-Las-LaserJenis mesin las laser merupakan salah satu teknologi modern yang memiliki cara kerja dengan memanfaatkan sinar laser yang bersifat mengumpulkan energi foton monokromatik berkekuatan tinggi dalam satu titik yang berfokus pada sumber panas.

Pada umumnya mesin las laser digunakan untuk mengelas beberapa komponen peralatan yang bersifat sensitif terhadap panas. Seperti kotak pacu jantung yang didalamnya terdapat komponen-komponen elektronika.

Keuntungannya, panas yang dihasilkan tertata rapi dan hanya terkumpul pada tempat yang kecil.

Untuk pekerjaan seperti itu dipakai laser bahan padat seperti “neodymuim-YAG-laser” dengan daya rata-rata 100 wat. Luar biasanya laser ini dapat melelehkan logam sampai pada kedalaman 15 milimeter.

Kelebihan Mesin las Laser

  • Cara kerjanya cepat, efisien, dalam, sedikit distorsi, dan sedikit mempengaruhi luar titik area pengelasan.
  • Kualitas pengelasan yang dihasilkan bebas dari polusi dan hemat energi.
  • Mengusung rongga kondensor keramik yang tahan korosi, tahan suhu tinggi, dan masa pakai chamber (8-10 tahun), masa pakai lampu Xenon lebih dari 8 juta kali.
  • Menggunakan sistem teknologi pemadaman otomatis terdepan di dunia, dan dapat menghilangkan waktu pada gangguan mata.

Kekurangan Mesin Las Laser

  • Harganya relatif mahal dibanding las listrik dan karbit.
  • Penetrasi tidak sekuat pengelasan berkas elektron.
  • Tidak memiliki kelemahan seperti las listrik dan karbit seperti pengelasan dingin.
by : Franki Sinaga,S.Pd

GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL

  GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL   Berikut ini akan dibicarakan tentang Gambar Proyeksi Ortogonal secara terinci. Gambar proyeksi ortogonal y...